Bisikan Tengah Malam
Sudah terlambat untuk berhenti, sebab kemudian, Moksa kecil sudah terlanjur ketagihan.
Demi mengobati Moksa, Darso pindah ke pinggiran Batavia yang kemudian beralih nama menjadi Jakarta, membawa anaknya itu dan peti mayat Mintje. Membangun rumah besar, di area tanah kosong nan luas dengan hanya satu tetangga. Di tempat ini, kondisi Moksa mulai membaik. Dia seperti kembali normal sebagai anak-anak umumnya, setelah Darso memanggil seorang pelukis untuk mengajari Moksa. Kegiatan melukis itu tampaknya mulai membuat anak itu melupakan hasrat seksualnya.