Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Di sana tertulis: “Mimpi kita nggak perlu tinggi. Cukup kuat untuk nggak tumbang, dan cukup hangat untuk jadi rumah.” Musim hujan datang lagi. Hujan deras setiap sore membuat pelanggan berkurang drastis. Gorengan yang biasanya habis sebelum Magrib kini sering tersisa. Dina tetap tersenyum setiap hari, tapi Dion bisa melihat kekhawatiran di matanya.
867 viewsCompletedAdded to Library 26 Times as orang tengil
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Gracya merasakan hawa dingin mulai mengisi ruang sempit di dalam bilik itu. Meskipun bulu kuduknya berdiri, Gracya mencoba tetap tenang, meyakinkan dirinya bahwa jika ia mengabaikan sosok itu, mungkin hantu tersebut akan pergi. Namun, kunti influencer di sebelahnya tidak menyerah. Dari sudut matanya, Gracya bisa melihat sosok kunti itu tetap mencondongkan tubuhnya, masih dengan senyum penuh harapan, seakan-akan ingin benar-benar membicarakan konten I*******m yang sedang ia scroll. “Liat, liat! Suka sama anak kecil, kan?” gumamnya lagi, suaranya terdengar semakin dekat.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as orang tengil
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

Makhluk bertopeng. Kini terlihat jelas. Tingginya lebih dari dua meter. Tubuhnya tertutup jubah gelap yang bergerak seperti asap. Topeng kayunya sama—retak di bagian kanan, dengan ukiran simbol tua yang kini menyala merah darah. Ia berdiri di ujung lapangan, tak berbicara, tapi kehadirannya seperti bel berbunyi dalam dada semua orang. Gema batin. Ketakutan purba.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as orang tengil
Read
+Library
Renggali

Renggali

Sehingga membuat Ailen dan orang yang mendudukinya sangat merasa nyaman berada di sana. Saat Ailen berada di atas sofa itu, ia merasakan kenyamanan yang begitu luar biasa sambil meraba permukaan sofa “Empuk sekali! Sangat berbeda dengan yang pernah kurasakan selama ini. Bahkan aku bisa merasa seluruh tubuhku tidak ingin bangkit dan hanya ingin berada disini?” Sesaat setelah Ailen sedang merasakan kenyamanan itu? Tidak berselang lama, seorang pria tua datang menyapa Ailen. Yang tidak lain adalah pemilik rumah yang megah itu.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as orang tengil
Read
+Library
SULTAN DESA

SULTAN DESA

Kemudian mobilnya melaju pelan-pelan menuju pinggir jalan raya dan melesat membuntuti mobil Gilang yang berlari kencang di keramaian lalu lintas. Tarlita menurut Gilang tidak lebih baik dari Caroline. Kelebihannya hanya belum memiliki anak sehingga organ intimnya belum pernah diservis. Adalah lucu kalau Dennis merasa jemu dengan istri karena organ intim mengalami sedikit perubahan. Lelaki paling konyol pun tentu tidak berpikir ke arah itu. Terlebih lagi Dennis yang menginginkan perempuan berdarah biru itu jadi istri.
1014.0K viewsOngoingAdded to Library 293 Times as orang tengil
Show Reviews (3)
Read
+Library
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Read All Reviews
Pria Sampah Tak Terduga

Pria Sampah Tak Terduga

" Tentu saja aku kaya, tak seperti seseorang yang senang menguras isi dompet dari seorang gadis, TAK TAHU MALU. " " DASAR TAK TAHU TERIMA KASIH. " timpal Gentala tak mau kalah. " DASAR PRIA TUA MATRE! " Tak terima di katai pria tua Gentala pun menyingkirkan tangan muridnya dari bahunya, ia bangun lalu menghampiri Rengganis, seraya berkacak pinggang. " Kau bilang aku apa?!" " P.R.I.A T.U.A M.A.T.R.E ," tekan Rengganis tak mau kalah.
9.4196.6K viewsCompletedAdded to Library 6.1K Times as orang tengil
Read
+Library
Gadis Tengil Milik Tuan Muda Arogan

Gadis Tengil Milik Tuan Muda Arogan

Tanpa malu Zee menodong sepupu iparnya. "Oh, dia mah gak ada lawan," seloroh Abdi yang disambut gelak tawa di ruangan itu. Untuk beberapa waktu keheningan mengisi ruangan itu. Hanya Radit yang tampaknya sangat menikmati pelukan Kamelia. "Mas, kamu kan sudah punya Zee, Tante buat aku ya. Kasihanilah jomblo ngenes ini." Pinta Radit dengan puppy eyes yang masih tampak imut di usia lelaki yang sudah 25 tahun.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as orang tengil
Read
+Library
Sumpah Palsu Suami Siri

Sumpah Palsu Suami Siri

Risma mengangguk-angguk sambil memainkan telunjuknya. “Tahu..? Tahu apa..? Tahu tempe! Hehehe..” aku mengekeh menertawakan temanku yang sok tahu ini. “Aku rasa lelaki muda yang di Batam itulah yang menyebabkanmu tidak kerasan di Jakarta. Ayoo.. ngaku padaku! Kamu sudah jatuh cinta padanya kan?” “Apa pula maksud si Tengil nii...?? Aku nggak ngerti..!” makiku dalam hati.
6.4K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as orang tengil
Read
+Library
Temaram Hilang Binar

Temaram Hilang Binar

Dua hati hangat itu sama-sama bersuka cita diiringi kilauan langit yang menguning dan wangi aroma jeruk yang tertiup angin sore. Selama beberapa saat, sunyi senja menyelubungi dua insan berusia belasan itu. Adu tatap keduanya disaksikan oleh rerumputan dan pohon jeruk yang buahnya kompak dengan langit sore itu. Sesekali angin menerbangkan dua-tiga helai dan menghempaskan mereka ke tanah, bersatu dengan beberapa helai lain yang telah terlebih dulu terhempas. Bak menggambarkan hati Zahir dan Binar yang juga tengah terhempas. Bedanya mereka tidak jatuh ke tanah melainkan menuju ke langit.
4.2K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as orang tengil
Read
+Library
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Sekecil apapun Cal, tidak akan tenggelam. “Aku tidak tahu itu—masih kecil.” “Apa saat kecil kau bodoh sampai tidak bisa mengira akan tenggelam atau tidak?” “Tentu saja. Aku enam tahun saat itu, belum pintar seperti sekarang.” “Sekarang pun kau masih bodoh!” Tili tidak peduli meski sudah bergeser dari topik—hanya ingin menang. “Oh? Aku tidak merasa bodoh. Bukan aku yang tersesat dan jatuh lebih dalam ke jurang.”
1020.8K viewsCompletedAdded to Library 830 Times as orang tengil
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status