Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Ketiga Pengusaha Kaya

Istri Ketiga Pengusaha Kaya

Sementara Nada, yang usianya paling muda itu hanya menepuk-nepuk dagunya dengan jari telunjuk sebelah kanan dan berpikir. "Apa, ya," gumam Nada sembari melirik ke arah suaminya. "Em!" "Siapa dulu yang mau bicara!" perintah sang mertua dan Ruqoyah pun mengangkat tangannya. "Saya, Mi," ucap Ruqoyah sembari mengangkat tangan kanannya. "Oke, silakan!" perintah sang mertua. "Jangan! saya dulu, Nyonya," sela Nada. "Eh, aku dulu, ya!" Nada tidak mau kalah. "Di mana-mana, yang kecil dulu didahulukan!"
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai orang tua kandung nada
Baca
+Pustaka
Never Been Loved

Never Been Loved

Ia sudah jarang sekali ngobrol berdua dengan ayahnya. "Kalo sudah tidak ada lagi yang di tanyakan, papa mau pulang.Kamu mau di sini dulu?." Nanda menghilangkan keraguan di hati.Dia ingin mengetahui sebuah kenyataan yang ditutupi ayahnya. "Boleh aku tahu siapa wanita yang sudah melahirkan aku?." tanya Nanda pada akhirnya. "Siapa lagi , Mama Ratih, dia ibu kandungmu." Jawab Pak Hendra.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai orang tua kandung nada
Baca
+Pustaka
Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang

Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang

Tatapan Derren yang sedari tadi tajam dan mengintimidasi, kini telah berubah menjadi lebih lembut dan penuh kasih. Nada pun mengulas senyum. “Nada. Aku anak tertua. Kakak kandung Zahra sekaligus kakak tiri Marsha. Walau begitu, hubungan kami sangat baik satu sama lainnya. Kamu tidak perlu khawatir aku akan membuatmu sengsara.” Derren membuka pintu gerbang dan mempersilahkan Nada masuk.
9.613.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai orang tua kandung nada
Baca
+Pustaka
Jatah Malam Untuk Mertua

Jatah Malam Untuk Mertua

"Senang berkenalan. Tapi… kita belum pernah bertemu sebelumnya, kan?" Pak Haris menarik napas panjang, lalu bersuara pelan tapi mantap. "Leo… sebenarnya kita bukan orang asing buat kamu." Dinda menatap Leo dengan bingung, lalu memandang pasangan itu. "Maksudnya?" Bu Ratna mulai menangis, suaranya bergetar. "Nak Leo… kami… kami orangtua kandungmu." Ruangan itu seketika sunyi. Leo membeku di tempat duduknya, matanya membesar. "Orangtua kandungku?"
9.7459.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.5K kali sebagai orang tua kandung nada
Baca
+Pustaka
AKU VS AYAH ANAKKU

AKU VS AYAH ANAKKU

Nanda melihat ke arah jendela setiap ada suara mobil lewat. "Kakak lagi menunggu siapa?" tanya Nada dengan tatapan heran. "Siapa lagi? Ayah kandung anak kamu," jawab Nanda sambil mengganti saluran televisi. "Hah? Ngapain dia ditunggu?" tanya Nada lagi. "Kakak ada perlu dengannya." "Masalah tadi? Buat apa? Nggak mau ah, nanti dia-" "Sekarang kakak yang menjadi kepala keluarga. Kakak bertanggung jawab pada hidup kamu dan ibu, termasuk bayi yang kamu kandung. Kakak tidak mau menyerahkan kamu ke orang yang salah."
1010.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai orang tua kandung nada
Baca
+Pustaka
Pria Pengganti di Malam Pengantinku

Pria Pengganti di Malam Pengantinku

Nada menatap sinis Zevanya saat matanya menelusuri tubuhnya hingga berhenti di area perutnya, "Kamu bahkan mengikuti jejak Mamamu dengan hamil di luar nikah! Dan parahnya lagi, kamu malah tidak mengetahui siapa ayah kandung putramu itu! Begini saja, kedua ginjalmu itu masih berfungsi dengan baik, kan? Jual saja kalau kamu kekurangan uang! Lakukan apapun selama kamu tidak mengganggu keluargaku, apalagi sampai mengganggu hubunganku dengan Rey!" Senyum mengejek Nada terlihat begitu memuakkan, sebelum wanita itu meninggalkan Zevanya. Kemana lagi tujuannya selain ke ruangan Reynard? Bertemu dengan Nada benar-benar menguras energi Zevanya. Haruskah kalung peninggalan mendiang mamanya direbut juga?
9.9156.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai orang tua kandung nada
Baca
+Pustaka
Best Friend With Benefits

Best Friend With Benefits

Belum lagi sang Mama yang mengajaknya untuk mulai memikirkan rencana pernikahan sang kakak besok akan seperti apa mulai seserahan hingga tetek bengeknya seperti warna seragam keluarga yang akan mereka kenakan. "Nyet.... Monyet...," Panggil Nada kepada Adam sambil ia menuruni tangga rumah. Suryawan Raharja dan Gendhis Adiratna yang mendengar Nada sudah berteriak teriak memanggil Adam sambil menuruni tangga hanya menghela napas dan saling berpandangan. Sepertinya tidak peduli berapapun usia mereka berdua, mereka tidak pernah berubah dan masih sama seperti saat mereka masih kecil. Tidak ada panggilan kakak apalagi adik yang manis untuk mereka sematkan kepada satu sama lain.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 436 kali sebagai orang tua kandung nada
Baca
+Pustaka
GADIS LUMPUH KESAYANGAN CEO

GADIS LUMPUH KESAYANGAN CEO

Suara tawanya berbalapan dengan suara musik radio yang barusan dia nyalakan. Reta hanya mengulas senyuman simpul saja. Dia tidak ingin membandingkan dirinya dengan Ninda. Tentu karena dia tahu persis seperti apa keluarga Ninda. Ninda memiliki seorang kakak laki-laki bernama Doni. Usianya terpaut 5 tahun lebih tua dari Ninda. Kedua orang tua Ninda adalah orang kaya. Ibu Ninda adalah dosen jurusan di fakultas Reta berkuliah dulu. Sementara itu, ayah Ninda memiliki bisnis perkebunan buah dan mengajar sebagai dosen di kampus khusus pertanian.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai orang tua kandung nada
Baca
+Pustaka
Ketika Hati Mulai Lelah

Ketika Hati Mulai Lelah

Farel masih pura-pura cuek sambil memainkan ponselnya, padahal ia sedang merekam kelakuan Nada. "Kemana sih Tante Irma, di telpon kok nggak diangkat. Huh! Mama sama anak sama saja, bikin kesal," gerutu Nada. Farel tersentak mendengar Nada menyebut nama mamanya. Apalagi dengan nada yang mengumpat. "Enak sekali Nada mengumpat orang lain, aku saja anaknya nggak berani," kata Farel dalam hati dengan emosi.
14.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai orang tua kandung nada
Baca
+Pustaka
JEBAKAN CALON KAKAK IPAR

JEBAKAN CALON KAKAK IPAR

Siapa saja tidak akan lolos kalau suara yang tadinya meninggi itu tiba-tiba saja jadi datar seperti suara nada lagu sumbang yang terdiri dari satu notasi nada. “Tolong kali ini saja mengertilah keadaan adik Anda, Tuan. Kasihanilah dia yang tengah patah hati, sungguh saya tidak pernah melihatnya sehancur ini sebelumnya,” suara Ando terdengar benar-benar sedih saat harus berada diantara kakak adik kandung yang memperebutkan Wanita yang sama ini.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai orang tua kandung nada
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status