Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Aku menyengir lebar, lalu menjawab, “Kesetiaan dan ketulusan.”
Dia terdiam beberapa detik, lalu sudut bibirnya naik membentuk senyum samar. “Kesetiaan dan ketulusan, ya?”
“Iya. Itu limited edition, Om. Gak dijual di marketplace mana pun.”
“Kamu memang unik, Binar. Kadang nyebelin, tapi susah buat nggak tertarik ngobrol sama kamu,” ujarnya.
Aku pura-pura menatapnya dengan ekspresi serius. “Berarti Om udah mulai ketularan, nih. Efek samping dari kebersamaan.”