Sang Legenda dalam Takdir Tuan Muda
Aku langsung menjawab, “Justru Marvin yang bisa membaca pikiranku. Aku sama sekali tidak bisa membaca isi pikirannya.”
“Lebih baik aku tidak percaya sama sekali daripada harus memihak salah satu,” timpal Simon.
“Aku klarifikasi dulu. Jovian berkata jujur. Kekuatan baca pikiran ini memang dari salah satu pihak saja. Jovian sering mengeluhkan itu. Jadi, daripada aku mendengar isi pikiran kusutnya karena sangat penasaran, lebih baik langsung cerita saja. Dan tambahan, kelemahan Jovian adalah interaksi sosial. Jadi apa pun itu yang aku sampaikan, rahasia atau tidak, pasti tidak akan disebar,” jelas Marvin panjang lebar. Dua tangan di pinggang dan dia tersenyum sambil mengangkat dagu.
Hot Chapters