Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Oleh-oleh dari Mertua

Oleh-oleh dari Mertua

Harta bisa dicari, ketenangan harus diciptakan. "Kami membeli rumah ini dengan mencicil di Bank," lanjutku, "Ini catatannya. Cicilan dibayar paling lambat setiap tanggal 15. Besar cicilan per bulan empat juta lima ratus ribu rupiah. Jangka pinjaman sepuluh tahun. Sudah berjalan tiga tahun, tersisa tujuh tahun lagi," terangku. Air muka Ninik spontan berubah, tak lagi bening, tetapi keruh. 'Ah, Mbak. Kok, mau enaknya saja. Sekali dapat yang tidak enak langsung begitu. Ini baru permulaan, di dalam amplop masih banyak.'
9.9370.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.6K kali sebagai pagar rumah simple
Tampilkan Ulasan (47)
Baca
+Pustaka
Anies
baca cerita ini 2th lalu tapi pas bab terakhir aku gak berani baca waktu itu takut sad ending tapi hari ini aku baca lg beberapa bab terakhir dan beraniin buka bab Tamat'nya dan aku menyesal sudah parno duluan ternyata semua gak seperti yg aku bayangkan.. cerita author memang selalu luar biasa
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Terjerat Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Terjerat Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Dia selalu merasa bahwa tinggal di rumah orang lain seperti tinggal di hotel, tidak ada perasaan nyaman. "Saat ini kita sudah tinggal di rumah temanku dengan sangat nyaman. Nggak perlu terlalu terburu-buru untuk membeli rumah sekarang. Aku pikir lebih baik menunggu. Pendapatan dari toko makanan penutup cukup bagus, lalu proyek yang aku kerjakan mungkin tinggal tiga bulan sebelum selesai. Saat proyek selesai, aku akan mendapat bonus proyek setidaknya sekitar 10 juta. Ditambah gaji tiga bulan ini, kita mungkin bisa membayar uang muka rumah tanpa meminjam uang." Dimas tidak ingin meminjam uang dari orang lain. Dia tidak ingin berutang budi.
9.326.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 660 kali sebagai pagar rumah simple
Baca
+Pustaka
Ku Miskinkan Suamiku

Ku Miskinkan Suamiku

Kepalanya terasa pening memikirkan kenyataan yang baru saja ia dengar. “Terus bagaimana caranya kita membayar angsuran rumah ini?” celetuknya dengan suara tinggi. Rumah yang mereka tempati sekarang sudah digadaikan. Jika uangnya sudah habis, berarti mereka harus menanggung cicilan dan bunga yang tidak sedikit. Fahri yang berdiri di dekat pintu justru terlihat santai. Ia menyandarkan tubuhnya ke dinding, seolah masalah itu bukan sesuatu yang besar.
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai pagar rumah simple
Baca
+Pustaka
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

Atau apa yang bakal jadi rumah. Henry kirim pesan sebelum mendarat: “Semua udah beres. Rumah besar udah diisi furnitur. Kamu pasti suka. Rp 19,2 miliar habis dengan baik.” Dimas balas cuma jempol sama satu kata: “Sempurna.”
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai pagar rumah simple
Baca
+Pustaka
Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

Ya, memang bukan rumah mewah, tapi tentu saja lebih besar dan jelas lebih mahal jika dibandingkan rumah sebelumnya yang sangat sederhana. "Ini rumah baru kita," jelas Tyo, seakan memahami kebingungan Gladys. Namun, bagi Gladys, jawaban itu justru semakin membingungkan. "Tyo, kamu… beli rumah ini?" "Iya." Gladys mengerjap. "Dari mana kamu punya uang buat beli rumah sebagus ini? Ini pasti mahal." Tyo menunduk sebentar, lalu berkata tenang, "Aku cicil."
1052.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pagar rumah simple
Baca
+Pustaka
Pria Cacat Itu, Suamiku

Pria Cacat Itu, Suamiku

Amar terbengong tapi kemudian dia tertawa kecil, “Kamu benar-benar cerdas ya, kalau begini namanya kita menang banyak.” “Ya iyalah, daripada kita menyewa. Uang bulanan yang seharusnya untuk membayar sewa, kan bisa untuk mencicil ke Papa. Setelah sekian tahun, nanti rumah ini akan menjadi milik kita. Kita tidak perlu mengumpulkan uang untuk membeli rumah jadinya.” Amar jadi tersenyum lagi. “Apa kamu mau memeriksanya dulu?” tanya Azura.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 493 kali sebagai pagar rumah simple
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Rumah itu mewah dengan cara yang subtle; tidak mencolok atau berlebihan, tapi setiap detail menunjukkan kelas dan harga yang tidak murah. "Ini rumahmu?" tanya Adit sambil melepas helm, tidak bisa menyembunyikan sedikit kekaguman di suaranya. "Iya. Sederhana saja," jawab Seina dengan nada santai. Bagi wanita sekaya dia, rumah ini memang "sederhana" meski bagi kebanyakan orang ini adalah mansion impian. "Ayo masuk. Kamu pasti haus setelah... pertarungan tadi."
10579.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.9K kali sebagai pagar rumah simple
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Kakakku

Gairah Cinta Kakakku

Dia ingin memberikan yang terbaik untuk istri dan anaknya kelak. "Udah, nggak usah mikirin soal itu, Kak. Aku sih tinggal di mana saja nggak masalah... asalkan bersama Kakak. Tapi ngomong-ngomong... berapa harga rumah ini? Kakak nyicilnya perbulan apa gimana?" tanya Silvi, penasaran dengan detail pembelian rumah tersebut. "Perbulan 2 juta, Dek. Harganya 50 juta," jawab Juna, tersenyum lega karena Silvi tidak mempermasalahkan ukuran rumah mereka.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 755 kali sebagai pagar rumah simple
Baca
+Pustaka
Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Rani kembali bertanya. "Kamu kira mau berapa uang habis buat rumah itu? Apa apa mahal sekarang. Kita aja yang cuma Papan seperti ini hampir habis 20 an juta. Apalagi kalau mau buat rumah batako? Mereka itu cuma nyicil aja katanya, mumpung si Heru gak ada kerjaan." Jawab Andi. "Tapi itu si Adi bukannya kerja?"
9.7204.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai pagar rumah simple
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
Nur Hidayah
jd kasian sama ibu Rita, tapi biarlah dulu biar jadi pelajaran buat bu Rita dan silvia supaya tidak menilai orang dari luarnya saja. semangat mia, semua kesedihan dan penghinaan selama ini terbayarkan oleh suamimu gara.
anitasaja0086
Novel ini berbeda dari yang lain. Tak ada dendam didalamnya. Yang buruk berakhir baik. Terimakasih Thor. Novel pertama' yang saya baca di apk ini. karena sangat penasaran dengan promo disosmed. Dan ternyata tak kecewa membacanya. Puas banget.
Baca Semua Ulasan
Dibalas Dengan Dusta

Dibalas Dengan Dusta

pikir Kinan jengah. “Bukannya Mas Raga sudah menyewakan sebuah rumah untuk Tari tinggali?” tanya Kinan kemudian. “Benar. Lalu setelah dipikir-pikir, Raga akan mengeluarkan uang dua kali lipat. Untuk KPR rumah ini dan untuk biaya sewa bulanan untuk rumah kontrakan. Sementara dia hanya bekerja sendirian, tak ada yang membantu. Sementara itu, rumah ini ada dua kamar tidur dan luasnya juga pas untuk ditinggali empat orang. Bukankah lebih baik menekan biaya pengeluaran? Kasihan Raga capek bekerja dan tidak ada yang membantu.” Nenek memberikan penjelasan seraya melayangkan tatapan yang merendahkan.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai pagar rumah simple
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status