Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Asmaran berdiri, napasnya masih terasa sesak mengingat masa lalu yang menyakitkan. Ia mendongak ke langit senja yang mulai dihiasi semburat jingga dan ungu, seolah mencari kekuatan di sana. "Saya sangat ingin sekali kembali bertemu dengan orang-orang yang saya kenal di Desa Tanara, Yang Mulia," ucap Asmaran, suaranya bergetar menahan emosi.
9.858.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai panah asmara
Baca
+Pustaka
Gelora Asmara Ratu Berlian

Gelora Asmara Ratu Berlian

balas pria tampan berdarah Amerika itu. "Okay, ayo aja sih. Kalau di Pantai La mer ini kedai dan outlet cenderamata lumayan banyak sih. Apa sudah pernah ke Burj Kalifa, Kak?" ujar Airish sambil berjalan kaki di sebelah Richard Goldstone yang telah berhasil menurunkan layangan dan membawa mainan layangan berbentuk ikan mas kuning tersebut di tangannya.
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 737 kali sebagai panah asmara
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
Diajheng WD
Terimakasih kak AGNES sudah memberikan cerita yang sungguh2 apikkk alur ceritaa yg bagus banget yg ga pernah terlewatkan aku bacanyaa.. dan selalu aku tunggu updatenyaa.. semangaat kak... ditunggu karya2 berikutnyaa🫰🫰🫰...
Paulina Nurhadiati Petrus
so special thank buat kak Agnes yg begitu apik mengemas cerita indah ini gak sangka udah tamat aja and so happy baca kisahmu sebenarnya blm moveon ini masih mau lanjut lagi. kalo bisa bikin sekuel anak2 mereka bertiga pastinya seru abis kak. sukses terus ya buat karya selanjutnya. love sekebon
Baca Semua Ulasan
Asmara di Kehidupan 303

Asmara di Kehidupan 303

Dewa Pangatur Nasib berpamitan. Dewa Pangatur nasib memutar tubuhnya perlahan. Tubuhnya lalu berubah menjadi sinar biru dan melesat ke langit, meninggalkan Raja Akhirat yang masih berdiri terpekur. *** “Kemana saja kau, baru datang sekarang!” sungut Iyem yang sudah lama menunggu. Bila sampai masakan untuk paman Bimantara terlambat, semua yang bertugas di dapur akan kena masalah.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai panah asmara
Baca
+Pustaka
Terjebak Asmara Tuan Muda Posesif

Terjebak Asmara Tuan Muda Posesif

"Aamiin. Aku sungguh mengingingkan itu, Arland." Matahari menyingsing ke ufuk barat. Hari sudah senja. Yasmin biasa menghabiskan waktu untuk mendengarkan lagu favorit sembari meminum lemon tea selaku teh kegemaran. Baru dilanjut dengan mengumpulkan ide-ide baru untuk desain pakaian.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai panah asmara
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Ratu Asmaradani mengutusku menjemputmu, Baraka!” "Asmaradani! Bukankah wanita itu hanya ada dalam mimpiku! Tapi kenapa ternyata ada dalam kenyataan!" pikir Baraka dengan terheran-heran. Lalu terbayang dalam ingatan Baraka tentang mimpinya, seorang wanita cantik yang mengaku bernama Asmaradani memberikan setangkai mawar warna pelangi. Mawar itu tanpa duri, dan punya aroma wangi yang amat lembut, membekas di hati. Saat terbayang mawar yang mirip dengan hiasan di ujung gagang pedang Rindu Malam itu, Baraka mendengar suara gadis itu berkata, "Kami punya kesulitan, dan hanya kau yang bisa melepaskan kesulitan itu."
1030.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 946 kali sebagai panah asmara
Baca
+Pustaka
ARSHAKA

ARSHAKA

Tanyanya. "Wajah kamu kenapa nak? Kamu habis berantem lagi?" Tanya mamanya, Miran. Mama Arshaka merupakan warga negara Korea Selatan yang menikah dengan Sukma yang merupakan warga negara Indonesia asli. Keduanya menikah 20 tahun yang lalu dengan pesta yang mewah luar biasa.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai panah asmara
Baca
+Pustaka
Pemikat Hati Sang Kapten

Pemikat Hati Sang Kapten

Asmara lekas berlari ke arah pintu, mengabaikan penampilannya yang masih mengenakan celemek. "Assalamualaikum Pak De," sapa Asmara sembari menyalami tangan Arjuna. "Mana Gendis?" Suara dingin Arjuna menarik atensi Asmara. Tiba-tiba ada firasat buruk yang akan menimpa dirinya dan Gendis. Akh .... Asmara tak suka ini. Sudah ia katakan bukan, sejak mengiyakan titah Eyangnya untuk ke Jakarta, ada saja hal hal di luar prediksi yang menimpa dirinya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai panah asmara
Baca
+Pustaka
Di Balik Asmara Sang Aktris

Di Balik Asmara Sang Aktris

Ia merasa seperti di titik yang sempat ia inginkan, membagikan cerita asmaranya pada orang terdekat yang bisa ia percaya. "Pantas, ekspresi lo lebih tenang, dan bahagia. Ini pertama kalinya gue lihat lo sangat terbuka soal kehidupan asmara lo. Biasanya lo cenderung diam, dan bahkan tertutup. Ternyata di balik itu, lo menyimpan kisah asmara yang enggak mulus. Jujur, gue ikut bahagia. Kalau dia memang enggak lagi bukan milik orang lain, gue akan ikut senang dengan apa pun itu keputusan lo. Lo berhak bahagia, Rana. Jadi, berbahagialah selamanya!" ***
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai panah asmara
Baca
+Pustaka
Hasrat Panas Paman Dingin

Hasrat Panas Paman Dingin

"Om mau berangkat sekarang?" Anindya Jenaya, gadis bertubuh mungil itu mendongak pada seorang pria dengan setelan jas rapi yang jauh lebih tinggi darinya. Ia dan pria itu—Devano Wijaya atau akrab ia panggil Om Devan, tengah berada di ruang makan untuk sarapan. Hal yang akhir-akhir ini jarang mereka lakukan karena entah mengapa, Devan jadi selalu berangkat lebih pagi dari biasanya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai panah asmara
Baca
+Pustaka
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

"Orang lain di masa ini mungkin tidak tahu asal-usulnya, tapi aku tahu kalau dia keturunan Pendekar Payung Terbang yang namanya tersohor sekitar tiga ratus tahun yang lalu," Ada raut keterkejutan di wajah Asmarini, tapi sangat kecil dan sepertinya dibuat samar. Namun, Kameswara tidak bisa dibohongi lewat tatapannya. "Bicaramu aneh, kau bilang tadi di 'masa ini' apa maksudnya?" Kali ini Kameswara melempar senyumnya. Padmasari bilang dia memiliki Pesona Asmarandana. Entahlah, apakah si gadis ini juga terkena oleh pesona itu?
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai panah asmara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status