Bayangan Dibalik Cermin
Dengan perasaan ragu, Rani berjalan mendekati jendela, berharap itu hanya angin atau suara biasa.
Namun, ketika dia mengintip melalui celah jendela, dia melihat wajah yang pucat dengan mata yang tampak seperti lubang kosong menatap langsung ke arahnya dari balik kaca. Wajah itu terlihat seperti wajah seseorang yang telah lama mati, kulitnya pucat dan kering, seolah terbakar oleh waktu.
Rani menjerit dan mundur, lalu mencoba mengatur napas. "Ini… pasti mimpi. Aku pasti masih mimpi," gumamnya, memeluk dirinya sendiri.