Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesatria Mawar

Kesatria Mawar

Dia terlempar dan membentur dinding kuil. "Menyerahlah, Anak Muda!" "Tidak! Aku pasti bisa mengalahkanmu!" "Kesombonganmu akan membawa celaka!" Pertarungan kembali dimulai. Kali ini, Pangeran Heydar lebih berhati-hati. Dia memang masih belum berhasil menyerang, tetapi sudah bisa menghindari serangan sang macan. "Ck! Sial! Dia cepat sekali! Jika begini terus, tenagaku akan cepat habis," umpat Pangeran Heydar.
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 606 kali sebagai pangeran episode 148
Baca
+Pustaka
PERMAISURI YIN

PERMAISURI YIN

“Sekitar 400 orang, Pangeran.” “Kalau begitu kita harus berperang dengan cerdas. Kita harus menang, agar kita bisa pulang.” Namun, baru saja mengucapkan kalimat demikian sang pangeran tiba-tiba roboh. Luka di punggung akibat tertancap panah belum sempat diobati. ***
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 676 kali sebagai pangeran episode 148
Baca
+Pustaka
Selir Rahasia Pangeran

Selir Rahasia Pangeran

Dayana pun mendekat dan mencoba menghilangkan kebingungannya soal pangeran itu namun Khaterina merasakan kebingungan Dayana. “Pangeran Arthur sudah pergi dari tadi. Jangan khawatir, ayo makan,” ujar Khaterina. Dayana mengangguk kaku karena kebingungannya sudah di tebak oleh Khaterina. Ia lalu duduk mengambil nasi dan beberapa lauk western yang tersedia. Ia mulai bersuap dengan lahap. “Oh ya, apa kamu langsung mencari anakmu hari ini?” tanya Khaterina.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai pangeran episode 148
Baca
+Pustaka
Kakak Tingkatku Ternyata Pangeran Berdarah Perak

Kakak Tingkatku Ternyata Pangeran Berdarah Perak

Namun, mendengarkan konfirmasi langsung dari mulut seorang Pangeran Fae malam ini menghapuskan seluruh keraguan mereka. Gadis panti asuhan yang kusam, miskin, dan selalu dia tindas di kantin kampus itu... ternyata benar-benar sang Penenun Realita yang dicari-cari ayahnya selama belasan tahun! Rasa euforia yang jahat seketika membakar nadi Vanya.
10841 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai pangeran episode 148
Baca
+Pustaka
Dibeli oleh Pangeran Milyarder

Dibeli oleh Pangeran Milyarder

"Apa yang terjadi di luar sana?" Kiara menggeleng. "Beberapa perusuh kembali." Dia menghela napas. "Saya hanya berharap situasinya bisa kembali normal. Kita punya negara yang baik, tetapi Pangeran Marcus dan pengikutnya akan menghancurkannya." "Pangeran Marcus?" tanya Ari, kecemasan menghiasi matanya. "Saya hanya melihat apa yang dia lakukan di televisi." Tetapi, firasatnya mengatakan ada hal lainnya.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai pangeran episode 148
Baca
+Pustaka
Tabib Cantik Milik Pangeran

Tabib Cantik Milik Pangeran

Seorang pejabat muda tanpa sadar menjatuhkan cangkir tehnya, gemetar. “Pangeran …” bisik salah satu tetua. "Pangeran …? Itu … pangeran kedua …” “Yang disebut ‘Pangeran yang Haus Darah’ dalam perang …” “Sang pembantai dari perbatasan …” Tak seorang pun menyangka bahwa jubah itu memang benar milik Rai Yuan yang kabarnya tidak punya belas kasihan dalam medan tempur, namun kini berdiri tenang … membela seorang gadis yang mereka anggap aib.
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pangeran episode 148
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
pipovernandes
Adakah penyesalan membuatmu berhenti? Atau kamu percaya adanya hal yang baik setelah sesalmu? Dino sangat takut. Anak yatim piatu penghuni panti asuhan itu harus berdamai dengan kata "berpisah", semua karena adopsi. "Hidup terkadang tak sesuai keinginan kita." Dino mengingat ucapan ibu asuhnya.
Baca Semua Ulasan
Selir Pangeran Murong

Selir Pangeran Murong

Terbius dengan penampilan megah Pangeran Ketiga yang membuat Xin Qian merasa rendah diri. "Jangan membuang waktuku. Cepat katakan, bahwa kamu adalah mata-mata Da Qing!" Sang Pangeran berkata tanpa ekspresi. Xin Qian ternganga. Interogasi macam apa ini. Tiba-tiba dia disuruh mengakui sebagai mata-mata Da Qing. "Mata-mata Da Qing apanya! Lelucon!" Xin Qian yang sudah berusaha menahan diri kini dibuat emosi.
9.888.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai pangeran episode 148
Baca
+Pustaka
Alexia & Pangeran Naga Hitam

Alexia & Pangeran Naga Hitam

Chris balas tertawa, "Tapi asal kau tahu, aku benar-benar seorang pangeran." Di tengah keramaian itu, banyak orang mulai menyingkir, memberikan jarak bagi kedua orang yang tampak segera saling menyerang tanpa kesempatan. Tanpa diketahui pula, seseorang segera melapor pada sang kaisar di kerajaan, menyampaikan berita perselisihan antara seorang pria asing dan ksatria Ameruth hingga mengakibatkan kondisi pasar ikut ricuh.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai pangeran episode 148
Baca
+Pustaka
BHARATA (Pendekar Naga Bumi)

BHARATA (Pendekar Naga Bumi)

“Pangeran memang aneh. Suatu waktu Pangeran bersikap sangat mapan dan memberikan petunjuk-petunjuk seperti seorang petapa. Tetapi satu saat Pangeran benar-benar dihinggapi kenakalan anak-anak, namun anak-anak yang memiliki ilmu yang sangat tinggi.” “Baiklah. Aku harus menempatkan diri. Waktuku tidak banyak lagi.” Pawana terkejut mendengar kata-kata Pangeran Nayaka yang lebih banyak sebagai satu keluhan. Dengan nada dalam Pawana berkata, “Jangan berpikir terlalu jauh Pangeran.” Pangeran Nayaka mengangguk-angguk. Namun Kemudian katanya, “Marilah kita kembali ke Saung Galuh.”
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai pangeran episode 148
Baca
+Pustaka
TABIB CANTIK MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN

TABIB CANTIK MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN

"Hamba, hanya tahu tentang pintu cahaya langit ini dari leluhur hamba." Melihat Tabib Cole semakin berbelit-belit membuat Pangeran Pisceso jadi kesal. Pedang kesayangan bergagang emas miliknya kembali ditarik ke luar dari sarungnya. SREET! "Kau ingin mempermainkan kami semua dengan cerita bohongmu itu?!" bentak Pangeran Pisceso mengarahkan pedang pada leher Tabib. "Tidak, sama sekali tidak!" Tabib langsung menjatuhkan tubuh ke tanah dengan bertumpu pada kedua lututnya. "Ampun, Pangeran."
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai pangeran episode 148
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status