BENALU
sahut Papi seakan gemes sendiri.
“Kayaknya bawalah, Pi. Coba saja,” jawabku. Papi hanya mengangguk-angguk saja, seraya mengutak atik gawainya. Kemudian menekan tombol telpon. Tersambung. Papi masih harap-harap cemas kalau nggak di angkat. Kayaknya juga ikut kepikiran. Kemana, sih, kamu Mas?
[Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi,]