Hajatan Tetangga
Jahatnya diri ini, aku malah tersenyum puas melihat Bu Bondan, apakah aku tak lulus diuji dengan kekayaan?
"Kenapa, Mah, koq senyum-senyum?" tanya suami ketika kami di perjalanan.
"Memang mobil kita ini, Pah?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Iya, Mah, ternyata jual beli tanah itu enak juga, baru sebulan kubeli tanah, kujual lagi dah untungnya satu mobil," kata suami.
"Yang benar, Pah?"
"Iya, Mah, pantasan Pak Abdul dulu cepat kaya, ternyata jual beli tanah itu banyak untungnya."