Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

] [ Panen dengan cepat di ladang yang luas, jangan berhenti dari pagi hingga petang. Setelah Wira membaca puisi yang ditulisnya, senyuman penuh pujian segera terukir di wajahnya. Dia tanpa sadar mengucapkan puisi yang ditulis oleh wanita itu secara perlahan, "Panen dengan cepat di ladang yang luas, jangan berhenti dari pagi hingga petang. Sungguh indah, benar-benar puisi yang luar biasa!"
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165.7K kali sebagai pantun ramadan
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
'Ana-Ya'Inu: Tatapan Nyai Dasimah

'Ana-Ya'Inu: Tatapan Nyai Dasimah

Tak sadar bibirnya komat-kamit. "Asihan aing si burung pundung. Maung pundung datang amum. Oray laki datang numpi. Malik welas malik asih ka awaking. Galih Ramdhan, Galih Ramdhan, Galih Ramdhan." Dasimah benar-benar tak sadar bahwa ia telah merapalkan mantra asihan. Air matanya menetes, ada rasa sedih bercampur perih yang dalam di hatinya. Dasimah lalu melanjutkan langkahnya dengan tangan mengepal erat.
9.94.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai pantun ramadan
Baca
+Pustaka
Paman Untuk Ibuku

Paman Untuk Ibuku

Mencoba mengalihkan degupan jantungnya karena selalu berdebar kala berdampingan dengan pria yang sudah berstatus sebagai suaminya. “Aku punya banyak hadiah untuk kamu. Yang itu buang aja.” “Ini hadiah khusus buat aku dari, Renata. Tian … kenapa kamu curiga’an sekali? Kamu tahu sendiri gimana dia kan? Tenang aja, ini bukan bom.” “Kenapa kamu seyakin itu kalau di dalamnya bukan bom? Siapa tahu itu racun berupa makanan atau benda, tapi kamu gak sadar.”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai pantun ramadan
Baca
+Pustaka
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

“Tentang hal tadi itu, iya tadi pengantin wanitanya kelelahan dan belum sempat sarapan jadi lemas, kita beri waktu pengantin wanita untuk istirahat dan makan, silahkan para tamu undangan menikmati pesta dengan mencicipi hidangan yang sudah tersedia, sambil menikmati live musik yang akan menghibur kalian semua selagi kita menunggu kedua pengantin kembali ke pelaminan dengan penampilan yang berbeda, pastinya pengantin wanita akan lebih terlihat memukau dengan busana pengantin yang lebih mewah.” MC dari EO Hotel itu memang sudah terlatih untuk bisa menenangkan para tamu undangan, aku kembali menoleh pada Mas Bayu dan berkata, “Tangga nya tinggi Mas dan Mas, badan aku pasti berat…” ucapku dengan
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai pantun ramadan
Baca
+Pustaka
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Pamanku yang satu ini mahir membuat pantun. “Bulan puasa memakan kurma. Satu butir untuk berdua. Yang menunggu lama-lama. akhirnya bersanding penuh bahagia.” “Eaaak,” sahut Can di depan paman kami berdua. “Langit membentang warnanya biru. Datang hujan menimpa batu. Selamat menempuh hidup baru. Semoga bahagia sepanjang waktu.” Aku tersenyum mendengar pantun pamanku.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 652 kali sebagai pantun ramadan
Baca
+Pustaka
7 Ramadhan Tanpamu

7 Ramadhan Tanpamu

Kehidupan wanita ini memang disebut unik serta dominan— itu terlihat dari beberapa sudut pandangan orang-orang sekitar dia tinggal. Wajah berbentuk mungil, hidung mancung serta mata bulatnya seperti boneka, terlebih lagi lentik bulu matanya memastikan kalau Zeira wanita berparas cantik. Belum lagi tubuh sintal menyempurnakan ciptaan Allah ini, serta tingginya seperti layaknya foto model yang hilir mudik di depan layar kaca. Munggahan adalah tradisi berbagi makanan sebelum malamnya selepas isya adalah dilaksanakannya sholat tarawih. Ya, itulah malam menjelang 1 Ramadhan.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai pantun ramadan
Baca
+Pustaka
Kenapa Bajuku Selalu Sama dengan Tetangga Baru?

Kenapa Bajuku Selalu Sama dengan Tetangga Baru?

Pov Ramon ["Halo, assalamu'alaikum, ya, Sayang, ada apa telepon Abang siang-siang?"] ["Abang ada di mana?"] ["Abang di mal, ada pameran. Kenapa? Mau pesan donat J*o yang ada di mal?"]
1090.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai pantun ramadan
Baca
+Pustaka
PULANG DARI RANTAU

PULANG DARI RANTAU

Oma adalah sebutan Kiran untuk Ibu Mertua Cahaya atau orang tua dari Baska. “Hmm … gini … lebaran itu memang kembali semua baru, tapi itu artinya … setelah puasa sebualn penuh ini, diharapkan kita bisa jadi pribadi yang baru … yang awalnya solatnya cuma wajib saja, setelah Ramadhan selesai diharapkan bisa ditambah sunnah, yang biasa baca qur’annya satu ayat, setelah Ramadhan jadi satu juz, yang biasanya pelit sedekah, setelah Ramadhan diharapkan bisa jadi rajin. Semua baru … itu bukan berarti bajunya harus baru. Tapi kitanya yang baru lagi.”Cahaya mencoba mencari pemaparan sederhana agar bisa dipahami oleh Kirana yang usianya baru enam tahun itu.
9.835.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pantun ramadan
Baca
+Pustaka
Sahabat Jadi Cinta, Why Not?

Sahabat Jadi Cinta, Why Not?

jawab Panji. “Heh!” Damar menggeplak belakang kepala Panji. “Gue nggak benaran kayak gitu.” “Besok kalo ketemu tuh cewek gue bakal sadarin dia deh,” ucap Rama penuh tekad. Panji segera melempar bantal berbentuk bola ke arah Rama yang duduk di meja belajar Rheyner. “Apa salah dan dosaku, Sayang .…” Panji lagu dangdut Pantura yang pernah hits.
1029.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 673 kali sebagai pantun ramadan
Baca
+Pustaka
Mengantar Nyawa setelah hari raya

Mengantar Nyawa setelah hari raya

"Suara apa? Kami hanya mendengar lolongan anjing dan burung hantu, Bu." "Bukan. Bukan suara itu. Tetapi suara orang mengaji dan seorang pria bersenandung, atau yang kalian kenal bernyanyi." Rumana menajamkan lagi pendengarannya. "Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko. (Sekuat tenaga saya memadamkan api, bisanya kemurkaan). Maper hardening ponco, saben ulesing netro. (Mengendalikan panca (lima) indera dalam setiap kedipan mata). Linambaran sih kawelasan, ingkang paring kamulyan. (Dilandasi rasa welas asih Sang Pemberi Kemuliaan). Sang Hyang Jati Pengeran. (Sang Maha Sejati Tuhan)." Lagi-lagi Rumana mendengar sambungan kidung itu. Dan masih terus di susul lantunan merdu ayat suci Al-Quran.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai pantun ramadan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status