Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Akibat Sumpah Sebelum Menikah

Akibat Sumpah Sebelum Menikah

Dibantu beberapa santriwati yang kukenal, kami menata makanan beralaskan tikar, di dalam rumah gubuk beratapkan jerami. "Heh, kok lo nggak bilang kalau di sini banyak ukhty, mana bening-bening lagi," gumam Bobby pada Mas Fariz, saat aku dan dua santriwati lain menyajikan bakul nasi dan lauk-lauknya di hadapan mereka. "Emang lu nggak liat gapura gede di depan yang tulisannya Pesantren Al-Huda?!" Mas Fariz balik bertanya dengan sedikit nada yang ditekan. Mungkin geram.
1049.6K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as pantun santri
Show Reviews (15)
Read
+Library
Yusha
melipir, ngadem di lapak fariz-uci, yg tingkahnya bikin gemezz² manja.. daripada gerah mikirin lapak sebelah. sampe eyke kena tegur di tempat kerja. mas fariz emang yg terbaik terlope lope, kek othor.
Nurul Khomsiyah
Buku ini keren, alur cerita menarik dan tidak monoton. Rekomendasi buat yang suka cerita novel yang menarik dan berbumbu islami teman-teman. Tokoh dalam cerita yang saya kagumi yaitu mas Fariz :) Thanks banget buat kak author *Dwrite* Semangat terus tuk nulis buat kita-kita para readers ya kak. ;)
Read All Reviews
Tilasmat

Tilasmat

Rendi hanya mengangguk dan segera melajukan motor trail miliknya dengan kecepatan sedang, membelah padatnya lalu lintas Ibu kota untuk bertemu satu-satunya orang tua yang dia miliki saat ini. *** Sementara itu di Garut, saat ini Sri tengah kewalahan menangani puluhan santri yang kesurupan. Dadanya bergemuruh marah. Bukan karena kesal dan lelah mengurusi teman-temannya, tetapi karena marah pada orang yang dengan tega menjadikan para santri itu sebagai sasaran. "Tolong bawa yang sudah sadar ke kobong dua," perintahnya halus pada kedua temannya, Ayu dan Silfi.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as pantun santri
Read
+Library
JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

Sementara para santri di halaman segera duduk rapi beralas tikar juga melanjutkan lantunan ayat-ayat suci. Tampak api pembakaran barang-barang di keranjang berkobar membara, kini mengeluarkan sinar biru kehijauan. Tiba-tiba terdengar lengkingan kesakitan disertai suara dentuman cukup keras layaknya ada bagian tanah yang ambrol. Para santri serentak berdiri sambil mengumandangkan takbir. “Allahu Akbar! Allahu Akbar!” Sementara itu, Pak Kiai meminta Gito dan Dinda tetap fokus dengan zikir dan doa.
1075.6K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as pantun santri
Read
+Library
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

Ombak kecil menyentuh kaki mereka yang telanjang, pasir putih terasa hangat namun lembut. Tak jauh dari bibir pantai, tampak struktur ayunan kayu berdiri gagah di tengah air laut yang jernih. Dua tali menggantung dari palang kayu horizontal, dengan papan duduk yang tampak kokoh. Di atasnya, papan bertuliskan, Gili Trawangan Swing, sangat mencolok dengan ukiran tropis yang khas. “Wah ... keren banget,” ujar Marsha dengan mata berbinar.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 25 Times as pantun santri
Read
+Library
Istri Tangguh Tuan Angkuh

Istri Tangguh Tuan Angkuh

sentak Dimas. "Aku ini pengantin baru, dan ingin tau seperti apa gaya yang diajarkan istri mu!" papar Chandra. "Sialan!" gerutu Dimas di seberang sana. Dimas juga menahan tawa sebenarnya karena mengingat Dinda pernah mengatakan bahwa ada gaya kupu-kupu terbang dan gaya cicak di dinding pada Kiara. Sedangkan gaya apa itu Dimas pun tidak mengerti.
10115.1K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as pantun santri
Read
+Library
SANG PETARUNG

SANG PETARUNG

“Jangan bercanda, Anak Muda. Mentang-mentang badan mu besar dan berotot, bukan berarti kau bisa langsung melawan Gadzi.” “Mengisi formulir saja belum.” “Bisa jadi kau pernah pakai narkoba. Kau bakal gugur.” “Ada beberapa peserta yang sudah menjalani kompetisi hampir lima tahun, itu Raja belum mempersilahkannya untuk bertarung melawan Gadzi, dan kau belum apa-apa sudah mau melawan Gadzi. Hahaha. Ngawur!” Ada satu panitia pendaftaran nyinyir, “Ada banyak kuli bangunan yang ototnya sama persis seperti yang kau punya, tapi parahnya dia tes kemampuan bertarung saja tidak lulus, bahkan memukul saja seperti banci.”
914 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as pantun santri
Read
+Library
Ditinggal Suami, Dinikahi Adik Ipar

Ditinggal Suami, Dinikahi Adik Ipar

Pasalnya bunyi tempat sampah yang seperti terlempar keras terdengar. "Eh, eh? Niki, Pak kecanthol kudunge," balas suara santri itu sedikit terkekeh sambil menunjukkan sisi kerudungnya yang tersangkut di ujung jendela. "Aneh-aneh arek iki! Yok opo isoh kecanthol aa?" tanya laki-laki paruh baya geleng kepala, keheranan kenapa bisa tersangkut di ujung jendela pada santri itu. Tapi tak perlu mendengar jawabannya dia tersenyum kecil dan melangkah pergi.
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 428 Times as pantun santri
Read
+Library
Istri Kecil Ustadz Tampan

Istri Kecil Ustadz Tampan

“ jelas Intan dengan sabar menjawab setiap pertanyaan dari Rayyana. Rayyana hanya ber 'O' ria saja. Kemudian, ia berjalan menuju ke ndalem. Karena sedang jam istirahat dan kebetulan hari ini adalah hari senin, para santri dan santriwati melaksanakan puasa sunnah Senin-Kamis. Sesampainya di ndalem, Rayyana mengucapkan salam sebelum masuk dan menunggu jawaban dari dalam. "Assalamu'alaikum warahmatullah," sapa Rayyana dengan sedikit berteriak. Karena suaranya yang kecil, kemungkinan tidak ada yang mendengarnya.
9.55.8K viewsOngoingAdded to Library 233 Times as pantun santri
Read
+Library
Menyesal Usai Talak

Menyesal Usai Talak

Ketika sedang berjalan, aku melihat para santri membawa beras berkarung-karung, sayuran, beberapa dus mie instan, dan telur. Aku dan ustadz Rahman berjalan mendekat ke arah mereka. "Maaf, kang. Ini dari siapa?" tanyaku pada salah satu santri. Berhubung usia kita tidak beda jauh, aku terbiasa memangil santri laki-laki dengan 'Kang' yang artinya kakak laki-laki.
10135.7K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as pantun santri
Read
+Library
Sang Tuan Muda Sejati

Sang Tuan Muda Sejati

Pembaw acara sengaja menggantung kalimatnya. Semua mata memandang pria muda dengan postur tegap itu. Semua menunggu nama yang akan disebut. "Penerima penghargaan ini adalah ..." Lagi-lagi belum juga nama disebut. "... Helios Bintang Hartawan!!" Semakin riuh suara tepuk tangan menyambut panggilan atas nama peserta teladan. "Oh, God! Putraku! Itu putraku!" Herman makin kuat bertepuk tangan. Wajahnya merah karena senang.
106.4K viewsCompletedAdded to Library 255 Times as pantun santri
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status