Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Pengantin Iblis

Tumbal Pengantin Iblis

“Baiklah, aku selalu siap.” Tubuh versi binatang macam putih Anantari memancarkan cahaya putih kebiruan, aumannya menggema di ruangan hingga bergetar kembali. Tidak berapa lama dia mendobrak pintru tersebut, di dalam sana terlihat gumpalan hitam berselimut kabut asap meraung dengan suara pekikan khas. Tuan Abraham sudah bersiap merapalkan mantra, sebuah cahaya putih menguar dari kedua tangan yang didorong ke arah depan. Cahaya itu menjalar seperti tali dan mengikat kuat gumpalan. Abraham semakin berkonsentrasi menekan gumpalan itu agar kembali masuk ke dalam sebuah botol kecil yang terbuat dari tanah liat. Gumpalan itu terdengar melolong dan masuk perlahan ke dalam botol, meronta-ronta kesak
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai pantun santri
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
KarRa
Bab 74 masih sedikit revisi, mungkin akan tersedia hari senin. Tidak mengubah alur dan isi cerita di bab tersebut, hanya menambahkan jumlah kata agar nyaman dibaca. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan selamat membaca.
Kiki Sulandari
Gavin berhasil membuat Ellard & Lamont melihat ritual yg dilakukan klan peramal & penyihir Apa yg akan mereka lakukan selanjutnya? Gambaran masa depan tentang apa lagi yg telah dilihat Sekar? Akankah terjadi sesuatu pada sang nenek?
Baca Semua Ulasan
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menemaninya seakan rumah tangga kami sempurna. Air mataku terus berderai mengingat saat makan malam barusan. Bagaimanapun juga sepiring kepiting saus Padang tak lebih menarik dari seorang perempuan bertitel bidan. Kubenamkan wajah di atas sajadah. Mengadukan perasaan yang berkecamuk dan hati yang remuk kepada Sang Pencipta. Kemudian menentramkan hati dengan membaca kalam ilahi.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Akibat Sumpah Sebelum Menikah

Akibat Sumpah Sebelum Menikah

Dibantu beberapa santriwati yang kukenal, kami menata makanan beralaskan tikar, di dalam rumah gubuk beratapkan jerami. "Heh, kok lo nggak bilang kalau di sini banyak ukhty, mana bening-bening lagi," gumam Bobby pada Mas Fariz, saat aku dan dua santriwati lain menyajikan bakul nasi dan lauk-lauknya di hadapan mereka. "Emang lu nggak liat gapura gede di depan yang tulisannya Pesantren Al-Huda?!" Mas Fariz balik bertanya dengan sedikit nada yang ditekan. Mungkin geram.
1049.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pantun santri
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
paskelas7 tp2021
keren saya suka ceritanya, kejutan-kejutannya. bikin penasaran dan abis kejutan inikejutan apa lagi ya. memanusiakan manusia. memberi pelajan yang berharga dan patut ditiru kita g boleh menilai seseorang dari penampilan saja, g boleh menyamakan masa lalunya sama dengan sekarang.
Nurul Khomsiyah
Buku ini keren, alur cerita menarik dan tidak monoton. Rekomendasi buat yang suka cerita novel yang menarik dan berbumbu islami teman-teman. Tokoh dalam cerita yang saya kagumi yaitu mas Fariz :) Thanks banget buat kak author *Dwrite* Semangat terus tuk nulis buat kita-kita para readers ya kak. ;)
Baca Semua Ulasan
Tilasmat

Tilasmat

Rendi hanya mengangguk dan segera melajukan motor trail miliknya dengan kecepatan sedang, membelah padatnya lalu lintas Ibu kota untuk bertemu satu-satunya orang tua yang dia miliki saat ini. *** Sementara itu di Garut, saat ini Sri tengah kewalahan menangani puluhan santri yang kesurupan. Dadanya bergemuruh marah. Bukan karena kesal dan lelah mengurusi teman-temannya, tetapi karena marah pada orang yang dengan tega menjadikan para santri itu sebagai sasaran. "Tolong bawa yang sudah sadar ke kobong dua," perintahnya halus pada kedua temannya, Ayu dan Silfi.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

Sementara para santri di halaman segera duduk rapi beralas tikar juga melanjutkan lantunan ayat-ayat suci. Tampak api pembakaran barang-barang di keranjang berkobar membara, kini mengeluarkan sinar biru kehijauan. Tiba-tiba terdengar lengkingan kesakitan disertai suara dentuman cukup keras layaknya ada bagian tanah yang ambrol. Para santri serentak berdiri sambil mengumandangkan takbir. “Allahu Akbar! Allahu Akbar!” Sementara itu, Pak Kiai meminta Gito dan Dinda tetap fokus dengan zikir dan doa.
1074.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

Ombak kecil menyentuh kaki mereka yang telanjang, pasir putih terasa hangat namun lembut. Tak jauh dari bibir pantai, tampak struktur ayunan kayu berdiri gagah di tengah air laut yang jernih. Dua tali menggantung dari palang kayu horizontal, dengan papan duduk yang tampak kokoh. Di atasnya, papan bertuliskan, Gili Trawangan Swing, sangat mencolok dengan ukiran tropis yang khas. “Wah ... keren banget,” ujar Marsha dengan mata berbinar.
10884 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Istri Tangguh Tuan Angkuh

Istri Tangguh Tuan Angkuh

Ketiganya bukan lagi calon sarjana, tetapi sudah menjadi sarjana. Meskipun diawali dengan banyaknya rintangan yang dihadapi siapa sangka kini hanya tinggal memetik kebahagiaan saja. T A M A T. *** Hay para pembaca setia Munthe, semoga kalian sehat selalu. Amin. Saya; Ipak Munthe. Mengucap terima kasih kepada pembaca setia saya yang telah setia mengikuti kisah yang saya tulis.
10114.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
SANG PETARUNG

SANG PETARUNG

“Jangan bercanda, Anak Muda. Mentang-mentang badan mu besar dan berotot, bukan berarti kau bisa langsung melawan Gadzi.” “Mengisi formulir saja belum.” “Bisa jadi kau pernah pakai narkoba. Kau bakal gugur.” “Ada beberapa peserta yang sudah menjalani kompetisi hampir lima tahun, itu Raja belum mempersilahkannya untuk bertarung melawan Gadzi, dan kau belum apa-apa sudah mau melawan Gadzi. Hahaha. Ngawur!” Ada satu panitia pendaftaran nyinyir, “Ada banyak kuli bangunan yang ototnya sama persis seperti yang kau punya, tapi parahnya dia tes kemampuan bertarung saja tidak lulus, bahkan memukul saja seperti banci.”
771 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Berebut Pantas

Berebut Pantas

ucap Varen dengan ringan kata. Drama malam harus terjeda lantaran ibunya Varen menghampiri. Beliau menyuguhkan sepiring nasi goreng dengan timun dan telur mata sapi. “Anggap saja rumah sendiri, Nak. Kalau Varen usil, laporkan saja padaku.” Ibunya Varen menyampaikan dengan sikap ramah dan nada suara yang menenangkan. “Iya, tuh, Tante. Varen usil banget. Masa iya aku disuruh pergi,” adu Satria dengan wajah tengilnya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai pantun santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status