Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Itulah Pajajaran sejati, bukan sekedar kerajaan, bukan tanah, tapi kesadaran yang hidup di antara rasa dan waktu.” Kemudian terlihat cahaya lembut turun dari langit, menyentuh bilah Kujang Layung yang terbaring di pangkuannya. Cahaya itu berubah menjadi untaian simbol aksara kuno, berputar mengelilinginya dan membentuk tulisan yang bersinar: “Sangkan Paraning Rasa — Teu meunang pareum, teu meunang leungit.” (Asal dan tujuan rasa — tak boleh padam, tak boleh hilang.)
101.6K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as pantun santri
Read
+Library
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Suara Jim serak, matanya melihat ingin tau ke arah wajan yang mengeluarkan aroma menggugah selera. "Nasi goreng." Luna memandang Jim sekilas. "Cuci dulu mukamu, kau bahkan tak pernah shalat subuh. Bagaimana bisa hidup tenang tanpa beribadah sama sekali." Luna menggerutu. Papinya sangat keras jika berkaitan dengan agama. Itu makanya, Luna menjadi aneh jika melihat orang yang begitu santai meninggalkan ibadah sholat.
1023.3K viewsCompletedAdded to Library 907 Times as pantun santri
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelumban lelamising lati Landep lancip liding Lumah lemeh, lemeh lumah Lemes Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelakon oo…lelakon Lir pakeliran suran Lamat pangindunge nyi sinden Lelegon bumi kelairan Lemahku subur Lintangku dhuwur Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Limbung nyi buto ijo Lambe ndremimil Lambung perih ngelih Le thole Lodoken lenge gangsir Lebanana kareben ngenthir Lelepah-lelepah pakanane iwak entah. Penduduk pun bersorak sorai ramai sekali mendengar geguritan yang kocak itu. Sarni Trilili tertawa-tawa senang. Benar, memang lucu. Sambil tetap menari orang topengan itu mengedarkan topi pandannya yang bulat plus kumal. Lantas uang logam p
1.6K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as pantun santri
Read
+Library
(A)Gus Nazril

(A)Gus Nazril

"Buaya...buaya...!" "Memang kok Lin, buaya jaman sekarang pinter ngomong!" Sahut Mbak Syifa. Gue langsung nengok ke arah panggung, santri-santri sudah terlihat rapi dengan seragam mereka yang bewarna-warni sesuai tingkatan khataman.
1089.7K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as pantun santri
Show Reviews (38)
Read
+Library
Eneng Susanti
ini pakai POV campuran ya? Baru ngeh ... saking seru dan ngalirnya cerita. Keren banget ada romance religi yang populer kayak gini. Ikut senang lihatnya. Bikin semangat bikin karya. Saya juga nulis romance religi. Salam dari Khair dan Khaira, ya, Kak. Semoga bisa populer juga :D
Sophie Soffin
bagus menurutku, ada comedy nya ada sedihnya, ada senengnya jg. serius baca smpe terbawa cerita. ikut emosi wktu nazril lya nikah, eh trnyta cm mimpi. ikut kaget dan gak percaya lya kakaknya ralin trnyta mntannya nazril dan ketika tante rani nikah.
Read All Reviews
Pesona Perawat Papa

Pesona Perawat Papa

lirik Pak Abdi pada Bimo. "Jelas nyenyak dong, Pah. Bimo nggak akan biarin ada satu nyamuk pun yang menganggu dan mengigit Santi!" Bimo membalas lirikan ayahnya tak mau kalah. "Selamat pagi juga, Lana," Santi mengabaikan ocehan Bimo dan lanjut memberi salam dengan adik majikannya. "Pagi juga kak Santi. Kakak sini sarapan bareng sama Lana," Lana beranjak dari duduk dan menarik tangan Santi. Mengajaknya duduk disebelahnya.
1064.1K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as pantun santri
Read
+Library
Putri yang Sesungguhnya

Putri yang Sesungguhnya

tanyanya “Wanita paruh itu datang kemari. Katanya untuk membeli sebuah dress untuk putrinya. Tapi kami tidak percaya dia akan membeli, dia pasti akan mencuri barang yang ada disini. Jadi kami sempat mengusirnya. Tapi wanita paruh itu bersi keras akan membeli.” “Kenapa harus di usir?” Gibran merasa heran. Bukankah tidak ada yang salah dengan membeli
104.5K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as pantun santri
Read
+Library
Catatan Rumi

Catatan Rumi

tanya Rumi heran. "Mereka bukan siapa-siapanya bibi. Hanya saja, setiap minggu bibi selalu menyempatkan kemari untuk memberi anak-anaknya makan. Soalnya kasihan aja, dek. Mereka kerja sebagai pemulung sampah. Dan nenek enggak tega kalau ngebiarin anak-anaknya makan hasil dari makanan yang udah dibuang di sampah itu."
2.8K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as pantun santri
Read
+Library
Malam Pertama yang Tertunda

Malam Pertama yang Tertunda

tutur Laksmi “Luntur? Wah, harusnya, sih, nggak. Tapi bisa saja kalau yang kamu kirimi pelet itu taat akan ibadah.” “Ya, tentu, Mak. Dia, kan, lulusan pesantren. Sudah pasti taat.” Laksmi mengulum senyum, merasa bangga karena bisa menikahkan anaknya dengan seorang santri. “Pantas.” Si empunya rumah berdecak sambil membuka laci kecil yang terdapat di meja di hadapannya “Terus gimana?” seloroh Laksmi, tak cukup sabar.
9.914.7K viewsCompletedAdded to Library 380 Times as pantun santri
Read
+Library
Di Antara Dua Sujud

Di Antara Dua Sujud

Panti Asuhan Al-Jannah adalah panti asuhan yang didirikan oleh ibu Jubaidah. Salah satu sahabat abi waktu sekolah dulu. Maka dari itu lah, abi ingin membuat pesantren khusus. Abi sudah lama membahas hal ini. Abi selalu ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk sesama. Pukul delapan pagi, Ummi sangat sibuk untuk menyiapkan beberapa makanan dan juga kue yang akan dibawah ke pesantren.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as pantun santri
Read
+Library
SANG MENANTU HARTAWAN

SANG MENANTU HARTAWAN

SRET! Andre mengambil amplop berisikan uang tunai dari dalam lacinya dan menyerahkannya kepada Puspa. “Ambil uang ini dan kembalilah ke jalan yang benar. Jangan berpikir untuk mencuri di rumahku jika kamu masih ingin tanganmu utuh.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as pantun santri
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status