Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

*** Malamnya. Kali ini panda juga ikut dikurung sebagai hukuman karena telah menghabiskan 20 batang bambu panjang sebagai kudapannya. Wu Shi dan Xie yang sudah tidak diikat lagi, kini hanya duduk merenung sembari mendengarkan celotehan pak tua bernama Li Bai.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

"Papa! Ada apa ini?" "Mas, Papa mendadak mual dan muntah-muntah. Lihat tuh! Muntahnya dikerumuni kumbang lagi," sahut Intan. Terlihat puluhan kumbang hitam sedang mengerumuni darah yang dimuntahkan oleh Erik. Suaranya bising dan mengganggu telinga. "Apa-apaan ini!" Pak haji tercekat, dia membuka sandalnya untuk menimpuk kumbang hingga serangga itu mati dan meletus, dari perutnya keluar gulungan rambut dan belatung.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
SANG KUPU-KUPU MALAM

SANG KUPU-KUPU MALAM

“Maaf aku sudah membuatmu menungguku. Apa kau bisa tidur nyenyak tadi malam sayang?” tanya Dante sambil memeluk pinggang istrinya. “Hmmm…..aku tidak pernah bisa tidur nyenyak tanpamu disisiku, sayang.” ujarnya bermanja-manja dipelukan Dante. “Kau tahu kan bagaimana kelakuan keempat temanku kalau sudah bertemu?”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Jangan heran aliran sungai ini terkadang tidak ada tepinya, yang menjadi pembatas hanyalah enceng gondok yang berjerjer rapi, ucap sopir yang mengaku sudah seumur hidupnya menjadi bagian indah alam ini. Lisa kembali terpana, melihat bangunan sekolah, tentunya masih berada di atas air. Dan masih berbentuk panggung, di atas atapnya bertuliskan SDN Batalas, sangat indah memang. Di depan setiap rumah hanya terparkir kapal kecil hingga kapal besar. Lisa tersenyum membayangkan begitu indahnya, semua aktivitas di lakukan setiap hari di atas air.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

WARNING!!! Dalam Bab ini terdapat adegan 21++ , pembaca harap lebih bijak memilih bacaan. Dibawah 21 skip aja yaa... langsung aja lompat ke Bab berikutnya :)) Sementara itu di rumah Tatik... "Benar ya Mas, jangan ingkar Janji lagi" Ucap Tatik dengan suara manjanya. "Iya sayang... pokoknya begitu dapat transferan dari Pak Badrun, kita langsung ke show room"
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Pesan itu berbunyi: "Arya, ini Kinanti. Aku tahu aku tidak pantas. Aku sudah kehilangan segalanya. Sebelum aku pergi jauh dan menghilang selamanya, aku hanya ingin bertemu sekali lagi, di tempat kita dulu bahagia. Di Panti Asuhan Kasih Bunda. Tolong. Demi kenangan terakhir kita". Arya membaca pesan itu. Ekspresinya tetap dingin, tetapi ia merasakan sedikit tarikan nostalgia yang menyakitkan.
10735 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menemaninya seakan rumah tangga kami sempurna. Air mataku terus berderai mengingat saat makan malam barusan. Bagaimanapun juga sepiring kepiting saus Padang tak lebih menarik dari seorang perempuan bertitel bidan. Kubenamkan wajah di atas sajadah. Mengadukan perasaan yang berkecamuk dan hati yang remuk kepada Sang Pencipta. Kemudian menentramkan hati dengan membaca kalam ilahi.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
The Fallen Servants of Allah

The Fallen Servants of Allah

Saat adzan shubuh dikumandangkan lagi-lagi suasana menjadi tentram karena suara lantunan adzan yang dikumandangkan muadzin sangat merdu dengan nada adzan ala adzan madinah. Salah satu budaya yang ada di pondok pesantren ini adalah setelah adzan mereka biasa melantunkan sya'ir-sya'ir religi untuk mengisi waktu luang sebelum iqamah. Sya'ir yang kali mereka lantunkan adalah shalawat syifa. Hal ini dilakukan supaya para santri bisa menanamkan cinta shalawat kepada baginda Nabi Besar Muhammad shalallahu‘alaihi wassalam. Dan, tentu Aizha yang duduk di shaff perempuan pun mengikuti hal ini.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Syahadat Cinta

Syahadat Cinta

Matahari sore menebarkan kehangatan di bumi Pondok Maarif (PM), rasa gerah bersarang di tubuh para santri, hari itu hari pertama imtihan akhiru sannah [1], seperti kebudayaan yang telah turun-temurun di Pondok Maarif, apabila santri kelas 1-5 imtihan (ujian), kelas enamlah yang bertugas piket ma’had [2], dari piket thobahoh [3], kharisatu nahar [4], kharisatu lail [5], wadhifah ghurfah [6], wadhifah khatif [7], dan juga piket di sore hari yang biasanya disebut bersih lingkungan (berlin). Pondok Maarif merupakan pondok yang memiliki banyak cabang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, tempat Rania belajar merupakan cabang Pondok Maarif Putri yang ke-lima, letaknya di daerah Kediri, Jawa T
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status