Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

"Oke...oke....sekarang giliran Amanda." "Aku juga tidak bisa." "Alah...ayolah Manda. Demi kita." "Baiklah." Amanda mulai berpikir sambil mencuri-curi pandang mereka. Lalu, ia menemukan pantunnya. "Berakit-rakit ke hulu...." "Cakep...." "Berenang-renang ke tepian...." "Cakep...." "Bersakit-sakit ke masa lalu...." "Cakep...." "Bersenang-senang ke masa depan...."
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Teman Seranjang

Teman Seranjang

Entah bagaimana Luke sakit hati nantinya. "Morning, Tante." "Morning juga, Jordi." balas Ranti yang masih kaku dengan Jordi. "Ayo makan dulu." ajak Alice. Hidangan khas Indonesia sudah ada di atas meja. Nasi, ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng dan sayur lalapan. Tak lupa juga dengan sambel dadak. "Wangi banget masakannya. Kangen deh masakan seperti ini," tukas Jordi.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Cinta dalam Balutan Doa

Cinta dalam Balutan Doa

Selalu tebar kebaikan dengan sesama, membuat kita di sayangi di tengah-tengah ribuan orang. *** Pagi ini Arni berangkat ke pondok dengan diantar sang ibu. Sedangkan Bapaknya tidak bisa mengantarkannya karena harus bekerja. Arni dan ibunya naik angkutan umum untuk ke sana Saat ini Arni sudah sampai di pondok pesantren. Bangunan besar nan megah. Samping kanan adalah pondok putra dan asrama lengkap dengan fasilitasnya yang di batasi masjid besar, sedangkan di sebelah masjid adalah ndalem (kediaman pemangku pondok), kiyai Laqief yang sering di panggil oleh para santri buya, pondok pesantren dan asrama putri ada di sebelah ndalem lengkap dengan fasilitasnya, kecuali gedung sekolah. Para santri ha
9.317.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 680 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

Rasanya ogah mau pulang. Menyaksikan ekpresi bahagia dari santri-santri itu bikin aku buat satu kesimpulan bahwa hidup di pondok membuat mereka juga merasa sesak. Kasian, mana masih muda! ** "Bu, kami boleh numpang mandi?"
10129.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Cinta untuk Istriku

Cinta untuk Istriku

Semuanya berawal. Flash Back Aku duduk pada pendopo ujung yang terhalang pagar beton dengan pondok santriwati. Saat itu, aku tengah menghafalkan beberapa bait dari kitab dengan khat arab di bagian cover kitabnya yang bertuliskan alfiyah ibnu malik. Saat itu, hafalanku sungguh amburadul, sehingga aku harus mencari tempat yang memang benar-benar tenang dan tentram. Ya, tepatnya di pendopo ujung yang sebenarnya menjadi tempat favorit para santri lama atau pengusrus pondok putera. Tentu saja, di sela-sela pagar pembatas itu ada sebuah celah yang cukup besar yang dapat memperlihatkan sedikit pemandangan yang ada di sebelah pagar beton ini. Lebih tepatnya pemandangan para bidadari pesantren yang s
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Tumbal Pengantin Iblis

Tumbal Pengantin Iblis

“Baiklah, aku selalu siap.” Tubuh versi binatang macam putih Anantari memancarkan cahaya putih kebiruan, aumannya menggema di ruangan hingga bergetar kembali. Tidak berapa lama dia mendobrak pintru tersebut, di dalam sana terlihat gumpalan hitam berselimut kabut asap meraung dengan suara pekikan khas. Tuan Abraham sudah bersiap merapalkan mantra, sebuah cahaya putih menguar dari kedua tangan yang didorong ke arah depan. Cahaya itu menjalar seperti tali dan mengikat kuat gumpalan. Abraham semakin berkonsentrasi menekan gumpalan itu agar kembali masuk ke dalam sebuah botol kecil yang terbuat dari tanah liat. Gumpalan itu terdengar melolong dan masuk perlahan ke dalam botol, meronta-ronta kesak
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai pantun santri pondok
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
KarRa
Bab 74 masih sedikit revisi, mungkin akan tersedia hari senin. Tidak mengubah alur dan isi cerita di bab tersebut, hanya menambahkan jumlah kata agar nyaman dibaca. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan selamat membaca.
Kiki Sulandari
Gavin berhasil membuat Ellard & Lamont melihat ritual yg dilakukan klan peramal & penyihir Apa yg akan mereka lakukan selanjutnya? Gambaran masa depan tentang apa lagi yg telah dilihat Sekar? Akankah terjadi sesuatu pada sang nenek?
Baca Semua Ulasan
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

Perlahan rumah penduduk mulai terlihat, setelah melewati begitu banyak pepohonan yang tinggi menjulang, suara khas hewan yang menjerit di antara rimbunnya dedaunan. Lee mengulas senyuman, saat satu gapura mulai terlihat dengan tulisan selamat datang menyambutnya. Motor itu memasuki sebuah pondok pesantren berlantai dua. Tak besar, tapi jelas terlihat banyak santri dari anak kecil berumur sekitar lima tahunan, sampai dewasa seperti yang tadi menjemputnya.
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 756 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Rasa penasaran di benak sang prajurit semakin bertumpuk-tumpuk. “Burung kepodang terbang tinggi. Bulunya indah kuning semburat.” Lelaki tua di depan sana bersuara. Ucapannya itu lebih mirip parikan, yaitu pantun pendek yang umum berkembang di Jawa. Untuk kesekian kalinya membuat Seta bingung sendiri. Namun tidak demikian halnya dengan Ki Sajiwa. “Yang dicari ada di sini. Marilah andika datang mendekat,” sahut sang petapa dari Teluk Lawa.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Pak Ustaz yang tak sengaja memerhatikan kami berjalan mendekat, lalu duduk bersila di depanku. "Alhamdulillah, Dok. Pekan lalu ada sekitar sepuluh santri yang ikut ujian hapalan, hasilnya mumtaz." "Alhamdulillah, Pak." Kami terlibat obrolan dengan Pak Ustaz yang mengabarkan berbagai perkembangan para santri dan pembangunan pondok. Hingga tak terasa memasuki waktu Maghrib. Anak-anak santri di sini mendapat jatah bergilir untuk jadi imam salat.
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Tilasmat

Tilasmat

Sesekali kulihat dia tengah bercengkrama dengan teman sebayanya di sana, dan bibirku kembali melengkung saat melihatnya. Astagfirullah! Segera kutundukan kembali pandangan ini. Sesungguhnya mata adalah jamparing setan yang telah diolesi dengan racun. Perkataan Abah saat pertama kali menginjakan kaki di pondok ini terngiang seketika. "Kang, ditunggu anak-anak Hadroh," tegur salah satu santri.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status