Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

Asem manis rasanya dicocol sama kecap, enak. Bertubuh bongsor sejak TK, banyak anak yang suka membully. Akan tetapi dia tidak menangis tapi lebih suka melawan karena ibunya dulu selalu berkata, " Tidak usah menangis, lawan orang yang menyakitimu!"
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
KEMATIAN MISTERIUS KELUARGAKU

KEMATIAN MISTERIUS KELUARGAKU

sambil mengejek dan menjulurkan lidahnya. Bu guru mempersilahkan rahel duduk kembali. Bu guru berpesan “anak-anak, jangan sekali-kali mengintimidasi atau membully seseorang walaupun ia berada di posisi terburuk. Tidak peduli sebaik apapun kondisi kalian, kalian tetap tidak berhak membully atau mengintimidasi siapapun, itu perbuatan yang tercela dan bisa berakibat fatal. Jadi diingat ya nasehat ibuk tadi” serentak siswa/I yang tidak sabar ingin segera keluar kelas itu menjawab “iya buk…!!!!!!!”
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Kesayangan Sang Duda

Kesayangan Sang Duda

ucap Danda yang langsung memeluk Darren dengan erat. "Iya sayang, sama-sama. Sekarang jangan sedih lagi ya, Papa tidak mau Danda sedih, anak Papa itu kuat dan ingat jika ada yang bully kamu di sekolah kamu lawan ya," ucap Darren yang menasehati anaknya untuk melawan jika ada yang membullynya. "Iya, Danda akan lawan mereka. Papa jangan takut," jawabnya dengan memperagakan jurus silat hingga Darren tertawa melihat tingkah Danda.
8.712.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
The Ugly Duckling

The Ugly Duckling

Bintang dengan cepat berusaha menepis tangannya nakal kakak kelasnya ini. "Kalo lo diajak berbicara dengan seseorang itu, biasakan untuk melihat wajah lawan bicara lo. Paham? Rayu gue sekarang atau lo gue cium di sini. Cepat!" Bintang sampat terlompat kaget mendengar suara bentakannya. Kejadian-kejadian seperti inilah yang ingin dia sampaikan pada saat PENSI nanti. Ia ingin mencurahkan seluruh perasaannya selama tiga tahun ini sebagai salah satu dari korban bullying. Ia ingin menyadarkan teman-temannya bahwa perbuatan mereka itu sungguh sangat tidak manusiawi. Tepat ketika Bumi makin mendekatkan wajah padanya, Bintang mulai mundur-mundur ketakutan.
9.750.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kontrak Tuan Arogan

Menjadi Istri Kontrak Tuan Arogan

Bisa dianggap tindak bullying, meskipun itu kenyataannya. "Ayolah Pak, apa Bapak tidak pernah muda? Kami hanya membolos dari pelajaran, bukan sedang berbuat mesum. Kalau kami sengaja ingin melakukan itu, pasti kami akan melakukannya secara diam-diam dan tidak berteriak sekencang itu," jawab Alan semaunya. Melirik Zea yang sempat melongo mendengar cara bicaranya yang kelewat santai. Bukannya merasa terbantu dengan jawaban Alan, Zea justru merasa malu mendengar pengakuannya. Kenapa juga harus ada kalimat mesum, yang sangat mengganggu telinga itu.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Paman, Berhenti Mengejar Mama!

Paman, Berhenti Mengejar Mama!

“Hei! Sebentar! Jangan lari, Carl!” “Waaa!!!” Carl justru semakin keras menjerit dan berlari kencang, seakan-akan sedang dikejar penjahat yang mencoba melukainya. “Tolong, Nenek! Paman Liam mau memukulku!” Liam panik bukan main. Masa depannya akan berakhir seperti Olivia dan Mark jika sampai kedua keluarga itu memercayai aduan Carl. Mereka pun tahu jika Carl adalah pintar yang tidak pernah berbohong.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
The Return of Friendship Shoes

The Return of Friendship Shoes

Dertan sengaja melempar tas Alan yang ternyata tidak tepat sasaran meja yang di duduki Alan. Disepanjang koridor, Dertan dan dua temannya saling merangkul dengan Alan. Mereka terlihat seperti teman baik yang saling menabur tawa. Padahal tidak tau saja, bahwa di antara mereka ada seseorang yang butuh pertolongan. Setidaknya untuk bernapas dengan lega, sebab rangkulan Dertan teramat kuat, membuat leher Alan sedikit kesakitan. Ia berusaha kuat menahan ringisan atau jika tidak lehernya akan benar-benar terluka. Bertambah orang lain bisa mengetahui bahwa dirinya telah di bully, hal itu pasti akan membuat Dertan di hukum dan akan menindasnya lebih keras. Menyalahkan Alan karena dirinya lah yang me
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

“Lagi rapat untuk tugas PKM, ya?” “Iya, Ayah,” jawab Kenes cepat. “Kami sedang menyusun konsep penyuluhan hukum tentang bullying.” Pak Bambang tertawa kecil. “Bagus itu. Zaman sekarang banyak remaja yang butuh pemahaman soal hukum. Kadang mereka pikir membully itu cuma bercanda, padahal bisa dipidana kalau korbannya terluka secara psikologis atau fisik.”
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 517 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Maklum, namanya juga masih dalam tahap pencarian jati diri yang sebenarnya, iya kan? “Membela teman yang dibully memang benar, tapi bukan berarti kamu harus melakukannya dengan cara kekerasan. Dan mengancam termasuk salah satu kekerasan verbal. Apa kamu pikir teman yang kamu bantu tidak akan takut sama kamu?” jelas Valerie menahan sabar. “Mana mungkin mereka takut sama aku? Kan aku yang belain mereka.”
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Empat Tunanganku

Empat Tunanganku

Padahal sejak memasuki ruangan ini, dia tidak berhenti mengunyah sedikitpun. "Jangan makan sambil bicara, nanti kamu tersedak," tegur Michael walaupun datar tetapi terdengar lembut. Logan memajukan bibirnya saat ia mendapatkan teguran dari sang Paman, sedangkan Ethan berusaha menahan tawa. Putra dan anak ini memang sebelas dua belas begitu sama tingkahnya. “Membully berarti menekan, merendahkan, atau menyakiti orang lain—baik lewat kata, sikap, maupun tindakan."
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status