Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

Mereka penasaran dan terdorong untuk menyaksikan langsung apa yang terjadi. “Sahabatku, hentakkan kedua kaki belakangmu agar musuh tak ada yang berani mendekat ...!!” Panji Jagat kembali meminta kepada kudanya. Dan ajaibnya, sang kuda langsung menghentakkan kedua kaki belakangnya dengan sangat keras. Tendangan yang bisa mencelakakan musuh-musuh yang bisa menyerang dari belakang.
8.97.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Little Seducer

Little Seducer

"-itu suatu perilaku yang tidak baik, hanya anak-anak nakal yang melakukan seperti itu untuk menindas kaum yang lemah. Kalau Ella menjadi korban bullying itu, Ella tidak perlu takut. Karena, semakin Ella takut mereka semakin membuat Ella merasa terpojok." Rere berdehem dengan salah satu telunjuknya menyentuh dagu, terlihat berpikir. "Menurut Aunty, Si Bully ini seperti racun yang semakin lama akan semakin menggerogoti tubuh kita. Jadi, kita harus menghilangkan racun-racun itu. Jika, Ella merasa di rugikan maka Ella harus menjauh, Ella tidak boleh diam saja itu akan semakin membuat Ella meras lemah. Ella menjauh saja, tidak usah pedulikan apa yang dia bicarakan. Toh, mereka semakin lama akan
9.814.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Tania mengeratkan giginya pertanda marah namun tak mampu ia luapkan. Putra berhenti berjalan dan berbalik badan. "Oh, iya. Satu lagi … lo bilang mau kejar cita-cita sesuai janji lo ke nyokap lo itu? Naas banget. Lo pikir kejar cita-cita harus dengan jalan kotor gitu? Di sekolah tukang bully di rumah tukang jual diri," ucap Putra pelan namun terkesan menyakitkan.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Langit Dan Bumi

Langit Dan Bumi

Saat sampai di rumahnya, Gita berkata"Pak, biar saya saja sendiri yang turun, tidak perlu bapak yang antar saya." Gita pun turun dari mobil, dan masuk kedalam rumah. Gita langsung masuk ke kamar dan beristirahat. Keesokan harinya Ia bersiap untuk berangkat kesekolah. Ia berjalan kaki dari rumah hingga ke sekolah. Jarak dari rumah hingga kesekolah tidaklah jauh. Tiba di sekolah, Ia disambut oleh teman-temannya. Mereka membantu Gita masuk kedalam sekolah. Semua mata tertuju padanya, banyak dari mereka yang berbisik-bisik melihat keadaannya yang sekarang. Namun, sebagian lagi justru tidak segan untuk mengejek. Kata-kata yang dilontarkan cukuplah menyakitkan. Namun, Gita terima semua ocehan itu,
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Sang Penentang Aturan

Sang Penentang Aturan

Sehingga membuat kemarahan membakar wajah murid Kelas B. Roou mengepalkan tinju, siap menyerang. Lian Melangkah maju, menunjuk Roou "Hei, si bodoh yang kemarin lari dari kantin! Kalian pikir karena kalian berlatih di bukit itu, kalian menjadi kuat? Kalian tetaplah pecundang yang disembunyikan karena membuat malu akademi! Aku tantang salah satu dari kalian, sekarang juga!"
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Setelah mengatakan itu, orang yang lebih tua menghentikan serangannya dan mengakhiri penghalangannya. Di bawahnya, pemuda itu juga memperlihatkan senyum yang kejam.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Mungkin, Samuel bisa menunjukkan— —tunggu dulu. Apa? Menunjukkan apa, Sienna? Dan kenapa ... aku jadi penasaran sama cowok cupu itu? "Intinya, tolong refrain something like this to happen in our school. Dan kamu, sayang, harus secepatnya menyudahi bully-mu itu. Kamu enggak tau, Samuel itu sebenarnya adalah—hey! Sienna! Aku belum selesai bicara!" Langkahku berlarian meninggalkan gudang. Jo masih di sana, peduli setan. Rasa jijik pada pikiranku sendiri melebihi bersalahku saat ini.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai pantun stop bullying
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Rain (angg_rainy)
Terima kasih yang sudah baca Samuel-Sienna sampai tamat, hatur thankyou ...🫶🏿 Maaf jika masih ada typo dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, cieh. Untuk yg mau baca karyaku yg lain, author ini multi nasional ko, eh multi platform, bisa di Novelt**n, Victi*, Dr**me, H*nov*l, dll
widurindriarti
Suka banget sma kombinasi keduanya Sienna awalnya sosok yang menguasai trnyata yg dy siksa stiap hari Samuel adl macan tidur. Kondisi berbalik Samuel yang menguasai permainan...... Very nice dark romance
Baca Semua Ulasan
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Setelah dipukuli hingga memuntahkan darah, aku menggunakan sisa tenaga terakhirku untuk merangkak dan meraih ponselku di lantai. “Hentikan… aku… aku bayar.” Hana tampak puas dengan kepatuhanku, memberi isyarat pada kedua petugas keamanan untuk berhenti, lalu berjongkok dan menepuk pipiku yang sudah membengkak. “Kok nggak dari tadi saja? Kenapa harus tunggu disiksa dulu?” “Dua miliar, seperak pun nggak boleh kurang.” Aku terbaring di lantai yang dingin, terengah-engah, paru-paruku terasa sakit dan terbakar.
12.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 426 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Anak Kembar yang Dibedakan

Anak Kembar yang Dibedakan

Kubiarkan lampu padam di seluruh ruangan agar orang diluar tak curiga kalau ada orang di rumah ini. Aku ingin sendiri, menenangkan diri dari masalah-masalah yang terus berdatangan tanpa henti. Ternyata, efek bully sangat berpengaruh pada mentalku. Pantas saja, banyak artis luar negeri yang memutuskan mengakhiri hidupnya karena tidak kuat dengan tekanan dan Bullyan. Sabia, inikah rasanya jadi bahan ejekan? Dulu Sabia sering menjadi bahan bully oleh temanku karena dianggap tak pantas menjadi saudara kembarku karena kamu tak mirip sama sekali.
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 516 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Berawal Dimodali, Berakhir Dinikahi

Berawal Dimodali, Berakhir Dinikahi

Namun, rasa penasarannya begitu besar hingga membuatnya turun. "Kalian nggak boleh melakukan perundingan pada teman. Ingat, jika Tante sampai mendengar kalian melakukan pem-bully-an seperti ini lagi, Tante nggak bakalan tinggal diam. Tante bakalan lapor ke orang tua kalian atau Tante bisa laporkan masalah ini ke polisi," ancam Andini untuk menakuti anak-anak tersebut. "Laporkan saja kalau berani, Tan. Bapakku seorang polisi. Jadi, aku nggak bakalan ditangkap," ucap salah satu anak yang sejak tadi suka memerintah teman-temannya.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai pantun stop bullying
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status