Pendekar Semprul
Tapi dari suara tawanya, muncul raungan serigala, jeritan bayi, dan denting lonceng kematian.
> “Siapkan nyalimu, Warangan. Karena jawaban itu tidak datang dalam bentuk cerita—tapi kutukan.”
Dan tiba-tiba, tanah bergetar. Patung-patung bayi di sekeliling kolam membuka mata—mata merah kecil, menyala, dan semua patung mulai merangkak ke arah mereka perlahan.
---
Sura panik. Tarno hampir muntah. Tapi Jaka... hanya mengangkat kerisnya tinggi dan berseru:
Hot Chapters