Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Desa Milik CEO Arogan

Gadis Desa Milik CEO Arogan

Percayalah padaku Dan jika aku pergi Tolong percaya lah padaku Tutup matamu Apakah kamu melihat wajahku Itu adalah jalanku Aku bisa melihatnya dengan jelas Percayalah padaku Percayalah padaku Setiap hari bisa jadi Seperti hidup baru Aku akan berjalan di jalanku Dan aku berjalan sendiri Aku mengenakan cintaku Sebagai perisai dan sebagai pedang Dan harapan Apakah sepadan dengan upaya? *Kepercayaan adalah jembatanku Yang membawaku menyebrang air Atau bagaikan angin Yang menerpa sayapku Di Setiap penghujung malam Kau adalah cahaya bagiku Percayalah padaku Percayalah padaku. Note. Lagu bisa dicari di youtube. Terjemahan. Glaub an mich. By. : Yvonne
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

Arsa dan Mili berusaha mati-matian menahan senyum geli ketika melihat bagaimana Padma mencurigai mereka. Dibantu Padma, Badai memasukkan Asa ke kursi mobil dan memastikan posisi tubuhnya cukup nyaman. Perjalanan itu diawali dengan keheningan antara Badai dan Padma. Badai berinisiatif menyalakan radio yang kebetulan sedang memperdengarkan lagu dari Gangga yang berjudul Blue Jeans. ‘Sometimes I wish That I could still call you mine Still call you mine’ Astaga, kenapa lagu ini sih? batin Padma saat mendengar lirik yang menyentilnya dan saat ini cukup sering diputar di mana-mana.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

“Beli pisau ke cikini, Bapak titip beli gergaji, Hilangkan risaumu hari ini, Denger neng Zea paling asik sambil ngopi!” Sesekali Drummer ikut menyelipkan drumroll atau rimshot, untuk memanaskan suasana. Beberapa penonton bersorak setuju. Bang Pay tampak semakin berapi-api. Bang Pay menjadi semakin bersemangat berpantun. “Buah pepaya daun semanggi, Jatuh di tanah bisa dikais, Saat Neng Zea mulai bernyanyi, Hati abang bergetar ingin menangis.”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Bidan Mima

Bidan Mima

Radio yang diputar, menyajikan lagu Payung Teduh berjudul Akad. Betapa bahagianya hatiku saat Ku duduk berdua denganmu Berjalan bersamamu Menarilah denganku Namun bila hari ini adalah yang terakhir Namun ku tetap bahagia Selalu kusyukuri Begitulah adanya Namun bila kau ingin sendiri Cepat cepatlah sampaikan kepadaku Agar ku tak berharap Dan buat kau bersedih
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Naya melangkah ke tengah, gaun silver berkibar. “Satu… dua… tiga,” bisik Naya ke in-ear. Hujan Pulang dimulai. Naya buka verse—suara matang, tangan di dada. “Dari Senayan ke Ubud… hujan bawa kami pulang…” Maya harmoni—gitar akustik, suara lembut. “Dari panti ke panggung… Mama denger kami nyanyi…” Lara bridge—lompat kecil, suara jernih. “Tiga suara jadi satu… Grammy denger kami nyanyi…”
989 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Anak Jenderal & Ajudan

Anak Jenderal & Ajudan

Setelah puas menari heboh, semua orang turun kecuali aku yang menahan Senja untuk tetap berada diatas panggung. Aku membisikkan sesuatu ke pemain keyboard, dan dia langsung mengangguk. Lalu penyanyinya memberikan dua mic, satu untukku dan satu lagi untuk Senja. "Ayo kita berikan hadiah terindah untuk Kak Cepi dan Bang Fikri," bisikku. Senja terlihat bingung, tapi dia tetap menerima mic yang aku berikan. "Kita nyanyikan lagu Rey Mbayang dan Dinda Hauw, yang judulnya Kuyakin Bahagia. Kita sering menyanyikan itu sebelum tidur, jadi kamu hafalkan?"
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Si Manusia Kulkas

Si Manusia Kulkas

When you walk through a storm Hold your head up high And don't be afraid of the dark At the end of a storm There's a golden sky And the sweet silver song of a lark Walk on through the wind Walk on through the rain Though your dreams be tossed and blown Walk on, walk on With hope in your heart And you'll never walk alone You'll never walk alone Walk on, walk on With hope in your heart And you'll never walk alone You'll never walk alone Semua mahasiswa tampak sangat menikmati pertunjukan senior-senior tampan itu. Sedari tadi Raina baru menyadari bahwa vokalis dari Band tersebut adalah Kak Bagas. Tidak hanya tampan dan humoris saja, kak Bagas juga memiliki suara yang sangat merdu membuat para m
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Sang Pengaman

Sang Pengaman

Namun, lagi-lagi sesuatu yang baru, tengah didengar Ato. Dalam benak Ato, hal tersebut baru bisa dimengerti setelah ia menyederhanakan pemikirannya, beberapa hal baru itu ia gambarkan seperti tangga nada yang tak bisa ditebak. Jika sebuah lagu bernada sederhana, mempunyai komposisi irama yang bertangga nada C-Am-Dm-G dan berlanjut terus sampai lagu selesai. Tapi sebuah lagu yang rumit bisa bertangga nada acak. Terkadang melibatkan Mayor dan Minor yang tak beraturan, bahkan Chord kres tiba-tiba masuk disela-sela lagu.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
LANGIT penuh MELODY

LANGIT penuh MELODY

pertanyaan Melody sungguh ingin membuat Langit tertawa. Uang boleh habis dan dicari lagi, tapi kebahagiaan dan kebersamaan dengan pasangan tak mampu dibeli pakai uang. Momen yang mungkin hanya bisa dilakukan sekali seumur hidup dan tentu Langit ingin memberikan yang terbaik untuk bulanmadu mereka. “Tidak masalah habis, aku tinggal bekerja lagi,” jawab Langit dengan santai. “Aish,” gerutu Melody yang tidak ingin Langit menghamburkan uangnya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu

Sugar Baby Sang Pemuas Nafsu

Dia terus berjalan, menaiki anak tangga panggung dengan langkah yang stabil. Ia berdiri di belakang podium, menyesuaikan mikrofon sejenak, sementara ratusan mata menatapnya dengan rasa ingin tahu yang membuncah. Kiara berdiri di sisi panggung, di bawah bayangan pilar, meremas jemarinya yang dingin. “Selamat malam, hadirin sekalian,” suara Julian menggelegar melalui pengeras suara, tenang namun memiliki daya tekan yang luar biasa.
1040.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status