Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Mempelai Pengganti

Sang Mempelai Pengganti

ancamku, tetapi nadaku sudah tidak setajam dulu. ​Bayu mengangguk. “Siap, Nyonya Andarsono. Saya akan berjuang sekuat tenaga. Demi pipi merahmu itu.” ​“Mas Bayu!” Aku memukul bahunya pelan. ​Bayu hanya tertawa, tawa yang lepas dan renyah. Ia kemudian menyalakan stereo mobil, memutar lagu-lagu pop yang upbeat dari penyanyi Indonesia terkenal.
10874 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

sahut Rain, tawanya kecil namun tulus. “Paham. Jadi beli berapa nih?” tanya pak tua sambil mengusap keringat di dahinya. “Semuanya, bisa Pak?” Rain menatap panci kukus yang masih mengepulkan uap hangat. “Serius ini?” Pak tua itu terbelalak, matanya berbinar. “Saya nggak becanda, Pak,” ucap Rain mantap. “Gas nih!” sahut pak tua dengan semangat, segera membungkus semua kacang rebus dan jagung manis ke dalam kantong kertas, gerakannya cepat namun wajahnya penuh rasa syukur.
10488.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.2K kali sebagai payung songsong
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
Dara Tresna Anjasmara
Dear pembaca, selamat tahun baru 2026. Rain dan Gendis, bakal pamitan nih... mohon maaf kalau cerita mereka kurang menarik, ya. mohon maaf juga kalau ada komentar yang nggak dibalas. Menuju tamat, boleh DM atau isi kolom balasan request sama kita, endingnya mau seperti apapun itu, bebas.
Alan Nasution
bukannya mmbenarkan seorang pembunuh dan komplotannya bebas , tpi aneh aja klo rain brkhir di jeruji besi. ksian gndis , apalagi yg senglek cuma sikap rain balas musuhnya yg ngusik dia duluan. happy ending aja buat rain dan gendis. dan ini hnya novel , mhon pmbca jngan tiru buruknya,ambil baiknya aj
Baca Semua Ulasan
Sang Penggoda Bayaran

Sang Penggoda Bayaran

Sibuk berdebat sampai tak sadar jika sejoli itu sudah menyelesaikan dansanya. "Cepet amat lo berdua dansanya?" "Lo nggak dengar itu lagunya udah ganti? Semua orang jingkrak-jingkrak kegirangan ngikutin DJ," balas Laura atas pertanyaan Cindy. "Ya ikutan dong harusnya. Padahal sekarang lebih seru daripada dansa kayak tadi."
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Entah sudah berapa kali lagu yang sama kuputar ulang, mengingatkan ke masa lalu, saat masih bersekolah, seringkali request lagu dari siaran radio favorit, dan mengirim salam buat teman-teman. Satu-satunya teman yang sering aku kirimin salam lewat radio hanyalah Berlian. Meski tiap hari bertemu, rasanya selalu saja rindu. Lewat radio pula, aku merequest lagu untuknya. Lagu Beatiful Girl oleh Jose Mari Chan yang mewakili rasaku padanya. Bunyi klakson bersahut-sahutan membuat kendaraan mulai merangkak maju. Kutarik tuas dengan pelan, lalu melajukan mobil hingga akhirnya berhasil keluar dari kemacetan.
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

Mereka bernyanyi mengiringi kami yang sedang asyik menyantap udang, ayam, lele, dan cah kangkung. Mama mengeluarkan dompetnya, untuk diberikan berapa rupiah kepada pengamen tersebut. Namun, pengamen tersebut ternyata Bukan pengamen sesungguhnya. Ia hanya menyamar sebagai pengamen, dirampasnya dompet milik mama, kemudian ia lari secepat kilat. "Maling ... Maling ...." teriak kami berbarengan. Baru saja bahagia sesaat, sudah timbul lagi masalah. Astaga, aku menghela napas panjang lalu mengembuskan kembali.
13.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Mereka perlahan-lahan merangkak kembali ke sepanjang pinggiran sungai, memastikan tidak ada satu pun prajurit Rehan yang melihat mereka. Sesampainya di tempat aman, Darian mengeluarkan pemicu jarak jauh dan menatap jembatan sekali lagi. Angin malam membawa suara-suara samar dari pusat kota—suara perayaan dan teriakan dari prajurit-prajurit yang tidak menyadari bahwa mereka akan terputus dari semua bantuan mereka. “Waktunya berakhir,” bisik Darian, dan dia menekan tombol pemicu.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Senandung itu kembali terdengar, suara lembut yang dimilikinya membuat syair itu mengalun dengan indah. Tidak lama ibu dan anak itu sudah tiba, sang ibu meletakkan semua barang-barang di pondok sebelum turun ke ladang memulai apa yang harus mereka kerjakan. Hari ini mereka memanen sayuran, waktu berlalu begitu cepat saat keduanya disibukkan oleh kegiatan mengumpulkan hasil panen demi rupiah sebagai upah. Beberapa karung sudah terisi nampak berjejer dan tersusun rapi. Matahari sudah meninggi, meskipun terik tapi udara yang dingin tidak membuat mereka merasa terlalu kepanasan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Gaun Pengantin

Gaun Pengantin

Andrew menepuk pelan kepala Jongin. Jongin bagaikan anak kecil menundukkan kepalanya, Jongin merasa orang terdekat dengannya di kota ini adalah Andrew. Jongin tidak akan mempunyai kehidupan sebagai penyanyi jika Andrew tidak meminjamkan enam ratus ribu untuknya.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Wedding Agreement

Wedding Agreement

Tut Mesya langsung memutuskan sambungan telepon tanpa mendengar jawaban dari Keyra. Karena merasa bosan, ia memutar sebuah lagu milik Rey Mbayang dan Dinda Hauw yang berjudul “Kuyakin Bahagia” dari pemutar musik di ponselnya. Cinta kamu datang Membawa berjuta mimpi Yang dulu tak pernah Ku rasa ini seperti nyata Hadirmu memberi warna Hariku menjadi indah Lepaskan semua luka Membawa berjuta bahagia
1045.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Terpujilah wahai engkau bapak ibu guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Wahai engkau ibu bapak guru Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau laksana cahaya bangsa dalam kegelapan Namamu s’lalu terukir di dalam hatiku Engkau laksana pahlawan bangsa Tanpa tanda jasa Aku serta siswi lainnya semakin histeris meresapi lagu itu. Walau aku sendiri tidak begitu mengetahui maknanya, tetapi syair dibait terakhir “Engkau laksana pahlawan bangsa, Tanpa tanda jasa”. Ya, guruku pak Kasmirin memang pantas disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Karena jasanya kami mampu membaca, berhitung dan memiliki banyak ilmu pengetahuan yang baru.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai payung songsong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status