Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Pedang Suci

Pendekar Pedang Suci

Pedang Naga Suci memancarkan sinar keemasan berbentuk dua naga yang menari mengelilingi badan pedang tersebut. Aura kematian yang terpancar dari Pedang Marahari di langit malam mulai teredam, digantikan aura tirani yang berasal dari Pedang Naga Suci. Kedua pria beda aliran itu menggenggam pedang di tangan masing-masing, bersiap melancarkan serangan terkuat yang akan menghancurkan lawannya dalam satu kali serang.
9.9122.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai pedang silang
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Khoirul N.
Selamat malam, Maafkan penulis yg tidur terlalu lama hingga naskah ini baru up lagi. Jika terasa aneh atau berbeda, maklumin ya. Semoga besok bisa up lagi~ terima kasih bagi sesiapa yg mungkin menunggu cerita ini dilanjut.
Pek Siansu
saran saya buat pembaca. jgn prnhbacq buku yg bab nya 1 per hari. kalian akan kecewa karna tdk akan tamat. alias putus di tengah jalan. kemudia buku yg berseri alias trilogi atau apa. sebab belum tamat yg satu saja sdh sok nulis judul lain. akhirnya tdk kompeten
Baca Semua Ulasan
Kaisar Penguasa Kegelapan

Kaisar Penguasa Kegelapan

“Pedang Api Pemakan Jiwa.” Duarrr .. bammm .. bammm Tian Ling terus membombardir siluman dengan tekniknya. Pertarungan itu semakin membuat warga kota berduyun-duyun keluar dari rumah-rumah untuk melihatnya. Tak lama, siluman berhasil terluka parah oleh Tian Ling. “Pedang Bayangan Kegelapan.” Srakkk Tian Ling mengakhiri hidup siluman dengan menebas kepalanya.
1058.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pedang silang
Baca
+Pustaka
PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

Pedang tipis dan elastis itu menebarkan hawa panas ke sekitarnya. Sekarang dua pendekar berilmu silat dan berilmu pedang tingkat tinggi itu saling pasang kuda-kuda. Mereka berhadap-hadapan dengan pedang sakti masing-masing. Baik Suro Joyo maupun Keksi Anjani siap menghabisi lawan. Siap menghabisi sosok manusia yang ada di depannya.
1019.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai pedang silang
Baca
+Pustaka
Dewa Pedang Tanah Pasundan

Dewa Pedang Tanah Pasundan

"Jadi, arwahnya baru akan tenang setelah aku mati?" "Ya, bisa dibilang demikian," tegas pria tersebut. "Baik. Kalau memang begitu, silahkan cabut nyawaku jika kalian mampu," kata Pendekar Seribu Pedang menantang dua orang di depannya. Perlu diketahui, dua orang itu merupakan saudara seperguruan yang namanya sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu. Dalam dunia persilatan, mereka biasa dikenal dengan sebutan Tiga Harimau Perkasa.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai pedang silang
Baca
+Pustaka
Kaisar Pedang Legendaris

Kaisar Pedang Legendaris

ucap rekan dari sosok tersebut menyanggah pernyataan dari rekannya. Ye Fan duduk dengan tenang disamping Lin Dan, namun Ye Fan jelas sudah bersiap dengan mengeluarkan pedang miliknya, dan hal itu jelas membuat Lin Dan sangat kagum dengan Ye Fan. Sebab pedang yang dikeluarkan Ye Fan adalah senjata spiritual, dimana senjata itu sangat mahal dan sangat sulit didapatkan, sebab sangat jarang ada penempa yang bisa membuatnya. "Pedang yang bagus" ucap Lin Dan memulai pembicaraan dengan Ye Fan, sebab sejak mereka memulai perjalanan, tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulut mereka berdua.
810.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai pedang silang
Baca
+Pustaka
Pendekar Ular Emas

Pendekar Ular Emas

"Teknik pengadilan seribu pedang!" Pemuda itu mengayunkan kedua tangannya yang sedang terangkat ke atas. Seketika ribuan pedang Jin Tie jatuh dengan kecepatan yang luar biasa. Mereka menghujani para iblis yang terlihat kalang kabut, berusaha untuk pergi dan menghindari setiap bilah pedang yang tidak berhenti mengancam.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai pedang silang
Baca
+Pustaka
Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pedang Suci Caliburn berkilat tajam bagai petir, mengincar titik vital dengan presisi mengerikan. "Perlawanan yang sia-sia! Berputusasalah saat aku menghancurkanmu sampai mati!" Tetua itu mendengus. Kipas lipatnya terbuka, menampakkan bilah tajam tersembunyi. Kedua senjata beradu dengan dentingan keras yang memekakkan telinga. Ding! Percikan api beterbangan saat kedua senjata berbenturan.
9.71.3M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44.5K kali sebagai pedang silang
Tampilkan Ulasan (80)
Baca
+Pustaka
Raden Arya
Salam Kak Rionir, semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. untuk pembaca setia juga semoga sehat selalu. izin promosi ya kak. untuk teman-teman yang suka novel action, mafia, balas dendam, dan identitas rahasia. pokoknya wajib baca novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. ...
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Baca Semua Ulasan
Murid 3 Dewa

Murid 3 Dewa

"Mata Pedang." Begitu suara itu terdengar dan kematian pun datang. Slash... Slash... Puluhan kepala terbang dan puluhan lainnya terpotong menjadi 2 bagian. Slash... Slash... Kepala terus berjatuhan dan darah memenuhi udara. Hal itu membuat jeritan kesakitan terus bergema tanpa henti.
1023.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 956 kali sebagai pedang silang
Baca
+Pustaka
HYANG YUDA

HYANG YUDA

Getaran terlihat di genggaman tangan Durbiksa pada pedangnya. Melihat lawannya yang ketakutan, Hyang Yuda melangkah maju dan mengayunkan Mahakandaga miliknya. Hembusan angin berubah kencang ketika Mahakandaga diayunkan oleh Hyang Yuda. Mahakandaga dengan cepat telah memotong dua kaki Durbiksa di hadapan Hyang Yuda. Kini Durbiksa di hadapan Hyang Yuda hanya bisa berteriak kesakitan dengan berlumuran darah dan tak lagi bisa berdiri.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai pedang silang
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Pedang itu menembus tanpa perlawanan, tetapi tidak ada luka. Makhluk itu hanya beriak, lalu menelan lengan sang pendekar hingga ke bahu, membuatnya menjerit kesakitan saat dagingnya terkikis oleh energi ketiadaan. Medan perang berubah menjadi medan pembantaian. Aliansi dan permusuhan tidak lagi berarti. Yang ada hanyalah yang hidup dan yang melarut. "Nona!" teriak Ki Lunggana, menebas sulur bayangan yang mencoba mencengkeram kakinya. "Kita tidak dapat melawan mereka! Ilmu silat kita tidak berguna!"
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai pedang silang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status