Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LINGGA KALAGENI: Pendekar Terkutuk dari Sekte Pedang Naga

LINGGA KALAGENI: Pendekar Terkutuk dari Sekte Pedang Naga

Para pemuda terus memaki dan merendahkan Lingga. Lingga tidak peduli dengan tatapan merendahkan para pemuda dan cacian mereka. Dia memegang gagang pedang dan mulai mencabutnya. Krakkk Batu tempat pedang menancap tiba-tiba retak saat Lingga mencabutnya. Lingga yang dianggap sebagai sampah berhasil mencabutnya dan pedang itupun berhak menjadi miliknya. "Sampah itu benar-benar bisa mencabutnya."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai pedang tertancap di batu
Baca
+Pustaka
Janu: Tahap Awal

Janu: Tahap Awal

Sedikit kaget sang tumenggung melihat keempatnya masih berada di sekitar desa. "Tuan pendekar! Kalian masih berada di sini?" Ucap sang tumenggung sambil memberi salam. Janu dan Rangin yang sudah kembali dari meditasinya tersenyum dan memberi salam kepada sang tumenggung. Mereka dalam hati memuji kedisiplinan sang tumenggung. "Kami kemarin sudah melihat batu ketumbar yang kami cari. Namun karena tidak ada alat pemotong, kami kesulitan untuk memotong beberapa bagian dari batu. Kami kemari ingin meminjam alat dari warga."
9.135.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pedang tertancap di batu
Baca
+Pustaka
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Bukan hanya ketenangan. Pria itu memimpin. Ia tidak lagi bereaksi. Ia mengarahkan. Mereka melompat turun mendekati bibir jurang. Semakin dekat, semakin terasa tekanan yang menggigit. Udara di sekitar celah terasa berat seperti dipenuhi cairan pekat yang tak terlihat. Wu Teng menancapkan pedangnya ke batu di tepi retakan. Bilah itu bergetar keras.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pedang tertancap di batu
Baca
+Pustaka
Sri Sultan

Sri Sultan

batinnya segera menuruni kuda. Dia melingkarkan sarung pedang ke pelana kuda. Mustafa berjalan meraih batu lumayan besar yang berada digenggamannya. Dia berlari mendekati para perampok dan menghantam kepala mereka dengan batu hingga terkapar.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 878 kali sebagai pedang tertancap di batu
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Esi Apresia
Halo semua. Yang komen menyamakan cerita ini mirip film india. Tolong dibaca blurb depan ya. Apakah sama? Baca sampai akhir. Jangan merusak ide bos. Ini murni ide saya ya. Membacalah dengan bijak. Jangan menghakimi tulisan sebelum anda membaca. Makasih semuanya. Happy
Sari Yu
Awalnya menarik banget..Mustafa yang tampannya bayangin antara tarzan dan sultan kearab-araban, soalnya kelebihannya perpaduan mereka ber2..ceritanya kayak cerita seribu malam tapi lebih menarik lagi.wes top banget pokoknya..suka thor...
Baca Semua Ulasan
Lintas Takdir dan Kutukan

Lintas Takdir dan Kutukan

Ia tidak lagi ragu tentang misinya, dan ia kini lebih siap dari sebelumnya untuk menghadapi apa pun yang menantinya. Sekar membawa mereka keluar dari lembah, berjalan kembali ke arah jalan yang berliku menuju puncak bukit. Matahari sudah mulai terbit, memancarkan cahaya hangat yang menembus kabut pagi. Mereka tiba di puncak bukit yang terbuka, dan di sana, di depan mereka, tampak sebuah batu besar yang tertanam di tanah. Di atas batu itu, terdapat sesuatu yang memancarkan cahaya lembut dan murni—Pedang Cahaya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai pedang tertancap di batu
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

Ia menancapkan kembali pedang di tangannya ke celah batu. Kakek Petapa mendekat. Ia mengulurkan tangan, berusaha mencabut pedang itu. Akan tetapi, pedang itu tidak bergerak sama sekali, meskipun ia telah mengerahkan seluruh tenaga. Bahkan, lelaki berjenggot panjang itu sampai naik ke atas meja. Setelah cukup lama berjuang dan berakhir gagal, petapa tua itu menyerah. Ia menyeka keringat yang membanjiri pelipisnya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai pedang tertancap di batu
Baca
+Pustaka
Pendekar Tangan Dewa

Pendekar Tangan Dewa

A San yang ada di belakang pun tidak menyangka dan tidak mampu menyaksikannya. Kedua pemilik pedang berusaha untuk menarik kembali senjatanya. Namun sayang sekali, semua usaha mereka gagal total. Pedangnya tidak dapat ditarik, seolah-olah senjata itu sudah terjepit di antara batu besar. Krakk!!! Sekali bergerak, pedang tersebut tahu-tahu sudah patah menjadi dua bagian. Wushh!!!
73.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai pedang tertancap di batu
Baca
+Pustaka
Kebangkitan sang Dewa Naga

Kebangkitan sang Dewa Naga

BANG! Suara dentuman keras menyusul, menggambarkan betapa luar biasanya pertempuran yang berlangsung. Dalam sekejap, niat pedang yang tak terlihat melintas, meninggalkan bekas mendalam di batu coklat yang semula kokoh. Mata Sting menyipit, mengisyaratkan bahwa kesempatan untuk menang telah tiba. Namun, rasa sakit tajam di tinjunya membuatnya terhenti.
8.828.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pedang tertancap di batu
Baca
+Pustaka
MASTER PEDANG DARAH

MASTER PEDANG DARAH

Tak terbayang betapa kerasnya tubuh Zhang Xu Feng kala membentur dinding gua. "Gempa bumi? apa yang baru saja terjadi?" Gu Lian Jie bertanya-tanya mengenai penyebab dinding gua yang tiba-tiba berguncang. Sangat kebetulan. Kala itu Gu Lian Jie dan Rou Ya berhasil menemukan sebuah makam pedang yang menimbun banyak harta. Ketika Gu Lian Jie sedang bersemangat memasukkan semua harta ke dalam tas qiangkun miliknya, sontak ia menghentikan kegiatannya kala menyadari dinding gua yang bergetar.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai pedang tertancap di batu
Baca
+Pustaka
My Cold Husband

My Cold Husband

"Emang susah ngomong sama batu." ******************************
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai pedang tertancap di batu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status