Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menikahi Sang Pendendam

Menikahi Sang Pendendam

Barra Hutama. Kotak pertama adalah Flower Box berisi dua puluhan mawar berwarna kuning dan orange dengan pita besar di sekeliling kotak. Saat Celine hendak membuka kotak kedua yang berukuran lebih besar. Seketika itu pula ponselnya berdering. Nama Barra berada di layar ponsel. “Ya, Barra?” [“Sudah menerima kotak yang aku kirim?]
1013.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 414 Beses bilang pelan pelan saja kotak
Read
+Library
Sentuhan Dahsyat Dokter Midas

Sentuhan Dahsyat Dokter Midas

“Kotak sekecil itu? Pasti gantungan kunci!” Tomi menatap dengan sinis. “Kalau cuma manik-manik murah, jangan memalukan.” Midas memutar kotak itu di jari telunjuknya dengan santai. “Siapa bilang murah? Ini mahal.” “Tunjukkan!” seru Tomi. Midas mengangkat kotak itu lebih tinggi, lalu menatap Alma. “Tapi khusus untukmu dulu.” Alma menegang. “Apa maksudmu?”
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 58 Beses bilang pelan pelan saja kotak
Read
+Library
Pak CEO, Tolong Lepaskan Aku!

Pak CEO, Tolong Lepaskan Aku!

Kotaknya berwarna hitam, dengan ornamen emas di setiap sisinya, elegan tapi sederhana. “Ini buat kamu,” ucapnya sambil menyerahkannya ke tangan Zayden. Zayden menatap kotak itu curiga. “Ini … apa?” “Buka aja,” jawab Alisha santai. “Itu akan menjawab rasa penasaranmu, Tuan Zayden.” Zayden mengerutkan dahi. “Jangan bilang ini kayak waktu itu ...” Alisha langsung terkekeh. “Bukan tikus, kok. Tenang aja, sekarang aku udah insaf.”
1055.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang pelan pelan saja kotak
Ipakita ang mga Review (20)
Read
+Library
ms. green
Buku ini tuh bikin hati jedag jedug, sebentar senengtrs tegang, pas bagian nangis g perlu lama2 langsung senyum2 lagi. cerita ringan cuma gak bosenin. Sama aku lg mikir, apa kk ini sebenernya CEO yang nyamar jadi penulis? Kesan suasana kantor tuh dapet banget dan sbg CEO vibesnya gong gitu.
Riri Chan
Aku tuh baca buku k chin ini harus nunggu banyak bab dulu, soalnya suka penasaran kalo baru bab awal biasa masih slow up. ... buku k cinta tuh buat candu banget. bikin deg2an parah setelah puas ketawa-ketawa.
Basahin ang Lahat ng Review
Satu Kali Lagi, Mas

Satu Kali Lagi, Mas

“Maaf, aku nggak tahu. Maksudku, kalau isinya barang kecil, kotaknya gak usah dibawa jadi lebih ringkas dan gak makan tempat.” “Nggak usah sok pintar ngatur-ngatur barang!” Fadil mendengus, meletakkan kembali kotak itu dengan kasar ke dalam koper. “Masukin aja apa adanya, jangan banyak protes!” Shanum terdiam, bibirnya terkatup rapat. Matanya sempat menangkap logo samar pada kotak itu sebelum Fadil kembali melemparkan selembar kaos diatas kotak itu.
10100.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 2.9K Beses bilang pelan pelan saja kotak
Ipakita ang mga Review (47)
Read
+Library
Klan Qing
Izin provinsi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Ini adalah kisah Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Basahin ang Lahat ng Review
Reinkarnasi Sang Kaisar Langit

Reinkarnasi Sang Kaisar Langit

ucapnya pelan, namun suaranya terdengar jelas hingga sudut terdalam aula, "adalah pelelangan utama hari ini." Beberapa sosok di ruang khusus perlahan meluruskan punggung. Tirai-tirai tipis di beberapa ruangan bergoyang halus, tanda aura mulai dijaga lebih rapat. Seorang pelayan wanita berjalan naik membawa sebuah kotak giok putih. Tidak besar. Tidak mencolok. Namun langkahnya jauh lebih hati-hati dibanding sebelumnya.
109.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 230 Beses bilang pelan pelan saja kotak
Read
+Library
Gairah Teman Suamiku

Gairah Teman Suamiku

Sebuah kotak kecil berwarna hitam, sederhana namun mencolok di bawah cahaya lampu. "Ini untukmu," katanya pelan sembari meletakkan kotak itu di atas meja. Nada bicaranya bukan nada orang yang meminta maaf, melainkan seseorang yang ingin menyelesaikan masalah dengan cepat. Seperti menutup halaman buku yang tidak ingin dibacanya lagi. Mirae menatap benda itu lama, tak langsung menyentuhnya. "Apa ini?" tanyanya dengan suara nyaris tak terdengar.
1010.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 223 Beses bilang pelan pelan saja kotak
Read
+Library
White Love

White Love

Mentari mengambil kotak itu perlahan, kemudian membawanya ke dalam rumah. "kotak apa, Tar?" tanya Emak penasaran. Mentari hanya menggeleng dengan tatapan mata masih terfokus ke arah kotak tersebut. Tidak ada nama pengirim atau pun tulisan lainnya. Kotak itu polos dan hanya terbungkus oleh sebuah kertas polos berwarna coklat. "Bukalah," pinta Emak tampak semakin penasaran.
106.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 134 Beses bilang pelan pelan saja kotak
Read
+Library
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

ucapnya pelan. Evelyne menoleh, sedikit bingung. Kael meletakkan sebuah kotak beludru hitam di atas meja. Ia mendorongnya perlahan ke arah Evelyne. “Bukalah.” Evelyne menatapnya sejenak, lalu dengan tangan sedikit gemetar, membuka kotak itu.
1081.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang pelan pelan saja kotak
Read
+Library
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

Tawa mereka pecah, kasar dan penuh niat jahat, bergema di ruangan itu—pertanda badai belum benar-benar berlalu. “Sebagian sudah bergerak,” lapor seorang pria sambil menunjuk papan tulis putih yang dipenuhi nama, alamat, dan jam pengantaran. Ujung spidolnya mengetuk beberapa titik target. “Paket dikirim sesuai koordinat.” “Bagus,” jawab lelaki berambut cepak di ujung ruangan. Senyum tipis terangkat di sudut bibirnya. “Gue udah nggak sabar lihat harta mereka pindah ke sini.”
10497.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 12.9K Beses bilang pelan pelan saja kotak
Ipakita ang mga Review (44)
Read
+Library
Dara Tresna Anjasmara
Dear pembaca, selamat tahun baru 2026. Rain dan Gendis, bakal pamitan nih... mohon maaf kalau cerita mereka kurang menarik, ya. mohon maaf juga kalau ada komentar yang nggak dibalas. Menuju tamat, boleh DM atau isi kolom balasan request sama kita, endingnya mau seperti apapun itu, bebas.
Alan Nasution
bukannya mmbenarkan seorang pembunuh dan komplotannya bebas , tpi aneh aja klo rain brkhir di jeruji besi. ksian gndis , apalagi yg senglek cuma sikap rain balas musuhnya yg ngusik dia duluan. happy ending aja buat rain dan gendis. dan ini hnya novel , mhon pmbca jngan tiru buruknya,ambil baiknya aj
Basahin ang Lahat ng Review
Rahim Terakhir di Sektor 7

Rahim Terakhir di Sektor 7

"Kalau begitu, lanjut." "Tidak." Zen menoleh. "Tidak?" "Kalau kubuka semuanya sekarang, nanti tidak ada lagi yang bisa membuatku penasaran." Zen mengusap dagunya seolah sedang mempertimbangkan sesuatu. "Itu juga benar." Ia menarik sebuah kotak lain, kali ini berbentuk pipih dengan bungkus krem. "Yang ini aja." Aruna mengangkat sebelah alis. "Kamu tidak bisa menerima penolakan, ya?"
10926 viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang pelan pelan saja kotak
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status