Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Patah

Patah

*** Berssambung [1] Torero : pelaku utama dalam pertunjukan pertarungan manusia melawan banteng di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol lainnya. Dalam pertarungan ini, seorang torero berperan mempermainkan dan pada akhirnya membunuh banteng tersebut. [2] Muleta : kain merah yang diikatkan pada tongkat yang digunakan torero untuk mengganggu banteng dan menyembunyikan pedang
1028.8K viewsCompletedAdded to Library 892 Times as pendosa
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

tegasku, memberi pengertian pada Alia. "Maaf." Alia menunduk, namun tangannya terlihat mengepal genggam. Membuatku hanya bisa menarik napas berat. 😍Terimakasih😍 Subscribe, like dan komentarnya dong!😍 #kbm_cerbung Next kilat cus cus cus..... Kado Terakhir Istriku Part6 "Ibu, bibirnya miring dan tangannya sedikit bengkok, seperti orang yang terserang stroke, Pak."
1024.8K viewsCompletedAdded to Library 891 Times as pendosa
Read
+Library
Lusia

Lusia

Leon menggeleng pelan, “Tidak. Aku hanya tertarik, karena dia secantik Ibu..... “ ucap Leon dengan keseriusan. Namun Ibu Leon mendecakan lidahnya, lagi – lagi ia di permainkan oleh puteranya. *** Rose Hill. Tempat yang indah dan juga penuh misteri. Cuacanya sangat sulit di prediksi, namun itu bukan hal yang mengejutkan. Bukit – bukit yang berjajaran berwarna hijau, membuat Rose Hill makin terlihat cantik di hari yang berkabut dan cuaca yang tak menentu.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as pendosa
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

"Ini, si Raga. Dia chat gue." Gita yang tengah mengunyah cokelatnya langsung terbatuk mendengar sebuah nama yang Amora sebutkan. Cewek itu langsung berlari menghampiri Amora dan mengambil alih ponsel itu untuk memastikan sendiri. Ternyata benar ... Itu Raga. "Gila! Ini, sih, keajaiban dunia ke delapan setelah petra di Yordania." Gita mengambil ponselnya lalu memotret pesan dari Raga.
109.2K viewsOngoingAdded to Library 183 Times as pendosa
Read
+Library
Adinda

Adinda

“TIGAA BELASSSS!!!” Terdengar teriakan dari sebelah sisi lapangan tempat Adinda menyaksikan pertandingan. Sontak suara tersebut, membuat Adinda langsung mencari sumber suara. Tampak di sana seorang gadis belia. Dengan usia kisaran belasan tahun, melompat-lompat kecil memberikan semangat pada Giyo. “’Noh kamu lihat sendiri bagaimana pesona pacarmu membahana,” goda Amanda sambil tertawa kecil.
1018.2K viewsOngoingAdded to Library 601 Times as pendosa
Show Reviews (41)
Read
+Library
Adiarizki
Terima kasih banyak juga untuk Rea yang sudah berkenan mengirimkan Permatanya, hingga detik ini Autoa sendiri masih belum percaya. REA begitu solid dalam memberikan Autoa semangat untuk selalu maju, dan belajar.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Read All Reviews
Bareksa

Bareksa

Isinya sungguh di luar perkiraan Nala: satu set lightstick dan miniatur personel grup penyanyi laki-laki dari negeri gingseng. Padma dan Dewi terdiam sejenak, menatap lightstick tersebut dalam-dalam. Tepat pada waktunya, Nala menyumpal kedua telinganya dengan jari, karena kedua sahabatnya itu langsung menjerit-jerit hingga suara serak. "Ya ampun Padma! Kamu jadi ikut jastip*) kak Elena?! Aku kira kamu bercanda!" "Ya enggaklah! By the way ini limited edition, nggak dijual disini! Harganya agak mahal tapi ..."
2.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as pendosa
Read
+Library
Dia

Dia

"Iya, sama-sama Argan," Argan melirik gadis itu sekilas sebelum menenggak habis minuman itu. Kemudian dia mengulurkan kaleng yang sudah kosong itu pada gadis di sebelahnya. Lea yang melihat uluran kaleng kosong hanya bisa mengangkat alis bingung. Apa nih? "Titip," Lea masih tidak mengerti. Titip apa? Sampah? Argan mendecak, "Nggak ada tong sampah,"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as pendosa
Read
+Library
Janda Muda

Janda Muda

jawab Rio melekdek "Hai.. Aku Caca.." Kata wanita itu memperkenal kan diri dengan menyentuh paha Miftah. Miftah menoleh dan menatap wanita itu. "Miftah" kata Miftah cuek "Main yuk?!" Ajak wanita bernama Caca itu kepada Miftah "Main?" Tanya Miftah yang tak paham dengan maksut ajakan main itu "Udah sana.. Cobain main sama temen baru" kata Rio sambil terkekeh melihat kebingungan Miftah.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 246 Times as pendosa
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

Meskipun terasa sakit dan menyiksa, tetapi Cita harus tetap kuat menjalaninya. “Sayang!” Sandra terburu masuk ke dalam kamar, lalu duduk di samping Cita yang baru saja duduk di kursi roda. Meskipun lamban, tetapi Cita selalu menunjukkan kemajuan. Dari yang hanya bisa berbaring, kini sudah kuat untuk duduk tegak meskipun masih dalam waktu terbatas. “Kamu kenal Nando? Fernando Diaz? Mami seperti pernah dengar, sama pernah lihat, tapi di mana, ya?” “Mas Nando?” Cita menoleh dengan mengerutkan dahi. Kenapa Sandra mendadak bertanya masalah pria itu?
9.839.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as pendosa
Read
+Library
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Pesan Terkirim Baiklah, kita bertemu hari ini di taman kota Daenjeon, pukul sembilan pagi. Tapi janji ya, jangan katakan apapun pada Kakakku Seo Jun. Yura Tak lama setelah itu pesan itu pun dibalas. Mereka sepakat untuk bertemu hari ini di taman kota Daenjeon. *****
1019.1K viewsCompletedAdded to Library 381 Times as pendosa
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status