Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mandul

Mandul

tanya Riri dengan frustasi. "Tidak bisa. Lihat di notanya." Riri segera mencari nota itu. Dibawah nominal yang harus dibayar tertera sebuah tulisan. Barang yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan. Astaga! Riri semakin frustasi. Tidak pernah seumur hidupnya ia mempunyai perhiasan sebegitu mahalnya. Selama bersama Ayus, iapun hanya mampu menabung kurang lebih 50 juta di tabungan. Sedangkan uang cash, ia hanya memegang seperlunya saja.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as pendosa
Read
+Library
Sang Penggoda

Sang Penggoda

jawab Tina santai. Jawaban itu menjadi lampu hijau bagi Jaya, tangannya segera melepas handuk yang melilit tubuh wanita itu dan memperlihatkan tubuh yang sangat menggoda imannya. Tanpa basa-basi, Jaya melahab dan bermain dengan gunung kembar milik Tina menggunakan tangan dan mulutnya. Sesekali ia menghisapbatu kerikil yang ada di sana. “Mmmmhh, mas! Kamu sangat lihai dengan hal itu,tapi aku belum merasakan kenikmatannya,” desah Tina pada Jaya.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as pendosa
Read
+Library
ZONA MANTAN

ZONA MANTAN

ucap Mami dengan agak nyinyir. “Oh, Mami udah ngobrol sama teman Mami yang lain, anaknya baru pulang dari Kanada. Namanya Hamish−tapi bukan Hamish Daud suaminya Raisa loh ya. Dia cari istri yang mau diajak tinggal di sana. Kamu mau kan kenalan sama dia?”
109.9K viewsCompletedAdded to Library 316 Times as pendosa
Read
+Library
PENEBUS DOSA PENDUA

PENEBUS DOSA PENDUA

Musik berdentum dari dalam, menggoda siapa pun untuk melupakan realita sejenak. Gerald David duduk di bar, jas hitamnya masih rapi, dasi dilonggarkan, gelas whisky di tangannya belum disentuh. Ia datang bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk menemui seorang gadis bernama Amora, Amora Andromeda. Siapa sangka, setelah bertahun-tahun, gadis itu akhirnya menghubunginya dan mengajak dirinya untuk bertemu, gadis itu adalah milik Ken Fernando, musuh abadi Gerald.
10749 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as pendosa
Read
+Library
Cinta Untuk Sang Pendosa

Cinta Untuk Sang Pendosa

“Apa boleh aku melukisnya?” “Untuk apa aku melakukan itu,” gumamnya lagi. Gilang mengambil pensil untuk membuat sketsa, kali ini ia akan melukis bunga bernama Daisy bunga dengan kelopak berwarna putih dengan kuning ditengahnya. Gilang pernah membaca sebuah lirik lagu dengan judul yang sama. Jika bunga Daisy menggambarkan seorang lelaki yang sedang tergila-gila dengan wanita yang menyakitinya. Di salah satu liriknya mengatakan “Bagai manusia bodoh.” Itu membuatnya tertampar.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as pendosa
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.4K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as pendosa
Read
+Library
Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda

Memang benar-benar belum tersentuh. Athalla adalah seorang pria yang tahu tentang kode tubuh wanita. “Ay, HP kamu getar terus, lho.” Kanaya meraihnya, tapi waktu itu Athalla malah melanjutkannya. Waktu itu Kanaya langsung meletakannya lagi. “Saka.” “Nggak diangkat?” Kanaya menjawab. “Nggak perlu.” “Ay, nyalain senternya gih.”
2.6K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as pendosa
Read
+Library
Handa

Handa

Yen dirimu lebih sayang arek kae Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro Aku ngalah dudu mergo aku wes ra sayang Aku mundur dudu mergo tresnoku wes ilang Nanging aku iki ngerteni Yen dirimu lebih sayang arek kae Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro"
1034.6K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as pendosa
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
104.0K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as pendosa
Read
+Library
Renjana

Renjana

usulku, karena cacing-cacing diperut ini sudah meronta-ronta. “Iya, tante juga sudah lapar, ayo, Dika,” kami menuju stand makanan yang letaknya persis berhadapan dengan stand patiseri, hanya ada dua kupon, jadi otomatis si ‘anak setan’ itu tidak bisa makan. Penjaga stand makanan adala ibu Risa, guru kewirausahaan yang memiliki suara sangat lembut dan sangat ramah, tanpa perlu banyak waktu, dia sudah ngobrol seru dengan tante Anna.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as pendosa
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status