Antara Peran dan Perasaan
Huruf-hurufnya kaku, tapi rapi.
Kalimat pembukanya seperti bisikan yang dilontarkan dari tempat yang tak banyak disapa dunia:
“Halo. Saya tidak berharap kamu mengenal saya.
Saya bahkan tidak yakin kamu sempat melihat saya.
Tapi saya ingin cerita,
karena kalau tidak, mungkin saya akan pecah pelan-pelan.”
Surat itu berasal dari seseorang bernama Arga.
Dua tahun lalu, ia datang ke “Pelan Saja” dalam diam.