Lihat ini: aku pernah menyusuri jejak Roeslan Abdulgani di beberapa perpustakaan kampus dan arsip berita, jadi bisa kasih gambaran umum soal ketersediaan biografinya.
Secara ringkas, tidak banyak buku biografi populer tunggal yang mendominasi rak toko umum seperti untuk tokoh-tokoh lain; tapi sumber tentang hidup dan kariernya cukup banyak tersebar. Kamu bisa menemukan artikel panjang, profil di ensiklopedia, kumpulan pidato, dan tulisan dalam buku-buku tentang sejarah diplomasi Indonesia. Cek juga entri di 'Ensiklopedi Tokoh Indonesia' dan halaman di Wikipedia bahasa Indonesia sebagai titik awal untuk referensi umum.
Kalau mau bahan primer, Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dan koleksi surat kabar lama (misal koran-koran Jakarta era 1950–1970) sering menyimpan wawancara, pidato, dan laporan perjalanan kariernya. Bagi aku, yang paling bikin puas adalah menyatukan fragmen-fragmen itu—biografi bukan cuma satu buku, melainkan kumpulan sumber yang saling melengkapi. Itu meninggalkan rasa penasaran yang enak, dan selalu asyik menelusuri detailnya.