여기 pentingkah aku bagimu와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 pentingkah aku bagimu와 같은 이야기는 Romansa, Lainnya 및 Rumah Tangga 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Ternyata Kamu yang Aku Cintai부터 시작해보세요!
"Tidak! Tidak ada yang Aku tidak sukai dari Kamu!"
"Bagaimana Kamu tahu?"
"Kalau kita mencintai seseorang maka kita harus menerima kekurangan dan kelebihannya sekaligus, apakah Kamu tidak berpikir seperti itu juga? Aku juga punya banyak kekurangan, apakah Kamu masih akan menerima kekuranganku itu?"
"Tentu."
Biarkan Aku Bahagia.
Part 5.
Aku mencoba mengikhlaskan semua yang telah terjadi. Menyesal pun tiada guna. Kaca yang rapi telah retak berkeping-keping tak akan mampu tersusun kembali. Aku harus mampu menghadapi kenyataan pahit yang mungkin di depan akan ada ombak besar menghadangku.
“Dik! Maafkan Mas!”
Kau rinduku
Jiwaku indah memanggil dirimu
Mataku terbangun untuk menanti
Menantimu
Jangan pernah kau ragukan cinta yang sesungguhnya
Itu bisa menghancurkan semua
Bukan begitu
Aku sungguh masih sayang padamu
Jangan sampai kau meninggalkan aku
Begitu sangat berharga dirimu
Bagiku
Dan kupastikan saja dihatimu
Kan kukorbankan semuanya untukmu
Mas Bima sudah membuatku menjadi perempuan paling bodoh di dunia karena dibutakan oleh cinta.
Semua kenangan indah yang sempat Mas Bima tinggalkan mulai berputar di ingatan. Namun, impian yang sudah kubangun runtuh seketika saat sebuah janji diingkari. Tanpa sadar, aku pun mulai memejamkan mata bersama kesedihan yang seolah menusuk jantung hingga hampir saja berhenti berdetak.
***
Secepat itukah rasa cinta Bagas padanya pergi?
"Aku hanya ingin melihatmu hari ini. Aku pikir sifatmu sudah kembali seperti dulu lagi, tapi ternyata masih sama. Aku masih menunggu cintamu yang dulu, maka dari itu setiap hari aku akan menemuimu. Dan aku tidak akan pernah bosan untuk terus menemuimu seperti ini, sampai sifatmu yang dulu kembali lagi."
pinta Jeno.
"Apa?" tanya Rea tak mengerti.
"Aku mencintaimu."
Barulah Rea mengerti, wanita itu tersenyum bahagia. "Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu."
"Kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak memaafkan ku?"
Mendengar hal itu Alena langsung kaget. "Hah?" ucap Alena tak mengerti.
"Teman-teman ku mungkin salah, tapi aku juga tidak salah di sini. Kenapa kamu marah padaku dan tidak memaafkan ku? Bahkan ketika aku bersujud padamu, kamu masih saja diam. Kamu bahkan bersikap acuh tak acuh dan membiarkan ku bersujud untuk waktu yang lama. Apa kamu menikmati rasa bersalahku dan menganggap rendah diriku? Hanya karena aku terlahir lebih miskin darimu bukan berarti kamu bisa merendahkan ku dengan cara semacam ini."