Samaran Terakhir
Tiba-tiba, sebuah suara lembut, namun kuat, membelah langit.
“Ada satu hal yang bahkan Editor pun tak bisa ubah...”
Armand melangkah maju, memegang sebuah buku yang seharusnya tak ada: ‘Adrian Prime: Final Draft’ naskah asli yang tak pernah ditulis oleh siapa pun, tapi muncul dari kemungkinan yang tak mungkin.
“Cerita ini... menulis dirinya sendiri.”
Kepala Editor menjerit. Pena emasnya retak. Kalimat-kalimat di langit mulai kehilangan struktur.