Partner Pemanasan Sang Atlet
Sepulang dari pelatihan bersama kakaknya, Zea merasakan kepalanya berdenyut hebat, sementara nyeri di dadanya tak kunjung mereda meski tadi ia sudah memaksimalkan memompa ASI di lounge.
Hingga malam itu, Zea hanya bisa berbaring di kasurnya sambil memijat pelipisnya. Selain rasa penuh di dadanya yang tak kunjung hilang, tubuhnya kini mulai terasa panas, seolah demam datang secara tiba-tiba.
"Kenapa lagi, sih …" gumamnya lemah.
Ia meraih ponsel di nakas dan mulai mengetik di kolom pencarian internet: