WARUNG TENGAH MALAM
Dia merogoh saku nya, dan melihat jam saku yang dia bawa, jam emas dengan ukiran VOC yang nampak mengkilat, jam tersebut selalu dia bawa sebagai pertanda waktu, sehingga dia bisa memperhitungkan segalanya.
“Sudah hampir sore mereka belum datang?” Kata Adriaan sembari menggerutu.
Tak
Adriaan menutup jam itu dan kembali memasukan jam nya ke dalam sakunya.
“Amang, coba panggil pekerja, bantu cari mereka yang mencari ayam cemani, sudah hampir sore, jangan sampe ketika malam tiba ayam itu masih belum ada” Adriaan memberikan perintah baru kepada Amang.
Bab Populer