Sosok Perempuan yang Mengikutiku
Tak ada suara burung, tak ada suara angin, hanya gemericik air sungai yang terasa jauh.
Di ujung jembatan, muncul sosok Herlinda. Dia berjalan perlahan, dengan gaun putih panjang yang bergerak seperti ditiup angin, meskipun tak ada angin di sana. Wajahnya tetap cantik, seperti biasa. Rambutnya terurai, sebagian menutupi wajahnya. Namun, ada sesuatu yang berbeda malam itu. Tatapannya tidak lagi bersahabat. Ada sesuatu yang membuatku bergidik.
Herlinda terus berjalan mendekat. Setiap langkahnya terdengar, meski aku tidak bisa melihat kakinya menyentuh tanah. Semakin dekat, semakin kuat perasaan tidak nyaman yang kurasakan.
Hot Chapters