Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kontrak Cinta Sang Muhallil

Kontrak Cinta Sang Muhallil

Hening. Sesosok wanita menangis terisak di depan komputer, bahkan tidak menyadari kehadiran orang lain di ruangan itu. Ilham mendekat. Bibirnya bergetar hebat. Layar segi empat itu menarik garis di ujung bibir yang bergetar tersenyum lebar.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai perempuan menangis
Baca
+Pustaka
Terpikat Cinta Sang CEO

Terpikat Cinta Sang CEO

kata Edward tersenyum mengejek. Wanita itu kembali menangis, sembari menghentak-hentakkan kakinya, mencoba ingin bicara. Air matanya terus saja mengalir. Edward tidak menyangka, wanita itu masih saja tidak mengakui kesalahannya.
1070.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai perempuan menangis
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Entahlah baru dia pahami, nyatanya sekuat apapun seorang perempuan pada akhirnya mereka tetaplah seorang perempuan, meskipun mereka menampilkan sisi paling liar dan kuat mereka di hadapan muka umum dan publik, berkata mereka begitu kuat menghadapi seluruh cobaan hidup bahkan tidak pernah menangis di hadapan semua orang realitanya seorang perempuan tetaplah memiliki hati serapuh kertas dan sehalus salju di musim dingin yang bila disentuh langsung mencair. Bukan kah Perempuan itu Unik? di Balik sikap mereka yang tangguh ternyata hati mereka benar-benar rapuh. padahal tidak jarang orang-orang mendapati perempuan dengan sikap dan segala perbuatannya sangat tangguh. mereka bisa bekerja banting tu
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai perempuan menangis
Baca
+Pustaka
JERAT PESONA CEO DINGIN

JERAT PESONA CEO DINGIN

Tanpa disadarinya suara tangisnya yang keras sampai ke telinga Ray. ‘Sialan! Wanita itu menangis dengan keras hanya mengganggu saja!’ gerutu Ray..
9.84.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai perempuan menangis
Baca
+Pustaka
Luka (Yang) Cantik

Luka (Yang) Cantik

Banyak dugaan yang muncul dalam benaknya sambil mengawasi punggung perempuan yang membawa ransel berwarna hitam. Langkahnya tiba-tiba berhenti kala Renna di depan sana berhenti. Perempuan di hadapannya berbalik dan menatap Dimas. Senyuman mengembang dengan penuh kepalsuan— Dimas dapat menilainya. "Ada apa?" tanya Dimas lebih dahulu. Tatapan perempuan itu seakan ingin menangis. Matanya basah dan sudah tergenang air mata. Tak lama setelahnya dia benar menangis dengan aliran yang tak terlalu deras.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai perempuan menangis
Baca
+Pustaka
Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Mana sekarang dia lagi lapar-laparnya. "Kalau memang air mata itu ampuh untuk menyelesaikan masalah, tidak akan pernah ada penjara wanita. Kenapa sih wanita suka sekali menangis? Kalau ada masalah ya hadapi, selesaikan, minimal cari solusi. Bukannya malah nangis-nangis kagak ada juntrungannya begini. Sekarang kasih tahu saya, kamu punya masalah apa sampai nangis-nangis begini? Syukur-syukur kalau saya bisa membantu."
1057.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai perempuan menangis
Baca
+Pustaka
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

gumam Laiba sambil menutup matanya tapi air matanya tidak berhenti untuk meluncur membasahi wajahnya. Laiba sudah tidak bisa bicara lagi bahkan hanya untuk menggerutu akan ketidakadilan yang diterimanya perempuan itu tidak tahu caranya, matanya telah dipenuhi dengan air mata dan suaranya tenggelam dalam kesedihan. Makky tidak tahan melihat perempuan ini menangis baginya mengenal perempuan itu tidaklah sebenarnya waktu yang mereka habiskan selama bertahun-tahun lebih dari cukup untuk mengenal satu sama lain, perempuan ini bukanlah seseorang yang mudah menitihkan air mata seandainya jika tubuhnya remuk redam ia masih kesulitan untuk menitihkan air mata.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai perempuan menangis
Baca
+Pustaka
IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS

IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS

175 “Maaf.” Raka berucap lirih hampir tak terdengar. Tak ada jawaban. Tubuh itu masih berguncang walaupun tidak sehebat tadi. Raka semakin mengeratkan pelukan. Ditariknya pelan kepala itu agar bersandar di dadanya. Perasaan bersalah semakin menyeruak. Raka tidak tahu harus berbuat apa. Ini untuk pertama kali ia melihat wanita menangis. Mirisnya, wanita itu adalah istrinya dan menangis di hari pernikahan mereka.
9.8761.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.2K kali sebagai perempuan menangis
Tampilkan Ulasan (61)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Rosemala
maaf ya teman2 bila menemukan bab yang dobel, itu BUKAN DISENGAJA. ITU HANYA SALAH TEKNIS. pasti akan saya betulkan setelah melapor ke editor. jadi, tidak perlu memberikan bintang sedikit hanya gara2 bab dobel. isi bab yang dobel selalu saya ganti dengan bab baru
Baca Semua Ulasan
Wanita Pilihan Mafia

Wanita Pilihan Mafia

Perempuan itu terlalu lama menangis, hingga lelah karena kondisi tubuhnya masih sangatlah lemah. Dibaringkannya perempuan itu kembali, menutup tubuh yang terlelap dengan selimut sampai ke batas pinggang. Mata birunya tak beralih pada sosok lemah di depannya, hingga sebuah suara yang terdengar menjengkelkan membuat lelaki itu mendengkus kesal. "Tidak perlu memanas-manasiku seperti itu. Kau hanya berpura-pura sedih."
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai perempuan menangis
Baca
+Pustaka
Kopi Panas Untuk Si Jalang

Kopi Panas Untuk Si Jalang

Kedua lelaki itu saling menatap, tatapan mereka dipenuhi api yang berkobar; tatapan yang tajam layaknya burung elang yang dengan siap menerkam mangsanya. Sedang di lantai atas, seorang wanita sedang menangis; terharu sendu karena ulah pria yang mengamuk dan membuat kerusuhan. Pipinya yang sudah di polesi bubuk merah merona luntur seketika. Latisya menenangkannya, memberikan sapu tangan milikinya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai perempuan menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status