Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan
“Tidak sama sekali. Hanya saja, perjalanan di depan belum pasti. Kamu tidak terbiasa melewatinya. Sebelum kamu menyesal nantinya, sebaiknya pikirkan lagi. Belum terlambat untuk kembali.”
Egar terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Ada tekad dalam suaranya saat dia berkata, “Aku sudah memutuskan. Apa pun yang ada di depan—batu, kerikil, ataupun duri—aku akan melewatinya. Percayalah padaku. Mungkin, suatu saat aku akan kembali kesana, kota itu. Tapi, bukan kembali dalam kendali Mama, aku hanya kembali melihat ibuku. Bagaimanapun juga, beliau tetaplah ibu yang melahirkanku.”
Hot Chapters