Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan
"
Naura menatap layar ponselnya selama beberapa menit, menunggu apakah ada untai kata balasan atau sekadar tanda centang biru yang berubah. Namun, tidak ada balasan pesan setelahnya. Ruang obrolan itu tetap hening. Menghela napas pelan namun dengan perasaan yang jauh lebih ringan, Naura akhirnya memutuskan untuk mematikan lampu belajar, menarik selimut, dan menyerah pada rasa kantuk yang kini terasa lebih damai.
Keesokan harinya, matahari bersinar cukup terik ketika Naura menghentikan langkahnya di depan sebuah bangunan tua berarsitektur kolonial. Plang kayu bertuliskan "Perpustakaan Umum Daerah" yang agak kusam meyakinkan Naura bahwa tempat ini adalah lokasi yang dimaksud Dimas semalam. Sua