Nafkah Batin Basi
“Baik, Mbak! Jangan nangis, ya! Udah, Mbak Yati dan anak-anak boleh, kok, ikut kami!”
“Makasih, Buk! Kalau gitu, saya permisi, ya. Mau buat sarapan!”
“Iya, Mbak!”
Wanita itu berlalu. Kasihan dia, masih muda, cantik, tapi sudah janda. Semoga keputusanku menerima dia ikut bersama kami nanti, tidak jadi masalah. Bukankah menolong janda miskin dan anak yatim itu perbuatan yang mulia? Ah, semoga.
Chapitres populaires