Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Air matanya jatuh, meski ia buru-buru menghapusnya dengan punggung tangan. Pertemuan itu bukan sekadar pertemuan biasa. Itu adalah perpisahan kecil yang tanpa disadari mereka jalani berulang kali—setiap kali berhadapan, setiap kali mencoba bicara, dan setiap kali berusaha menjaga jarak. Dan sore itu, di taman kampus yang sepi, Nayla merasa satu hal semakin jelas: mereka tidak pernah benar-benar berpisah… tapi juga tidak pernah benar-benar bisa bersama.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai pertemuan dan perpisahan
Baca
+Pustaka
Langit & Mega

Langit & Mega

Tak terelakan perpisahan menjadi sebuah akhir untuk hubunganku. Maka hari ini aku melindungi diriku dari semua macam pertemuan. Karena ujung pertemuan pastilah perpisahan. Sadar atau tidak. Semua temu pasti berakhir. Dan aku memilih tidak menemui temu. Aku tidak ingin lagi dibuat patah dan hancur. Karena aku takut, takut sekali saat aku kembali dipertemukan dengan sebuah temu lalu seseorang itu terlalu gigih hingga bisa merobohkan pertahananku yang bisa hancur kapan saja.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai pertemuan dan perpisahan
Baca
+Pustaka
Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan

Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan

Di luar ruang operasi aborsi, dokter membujuk Angelica Andara, "Aborsi akan berdampak buruk pada kesehatan. Kalau kandungan masih bisa dipertahankan, usahakan untuk dipertahankan. Apa perlu kamu menghubungi anggota keluargamu lagi?" Angelica mengambil ponselnya untuk mengirim pesan kepada Anthony Leonardo. [Aku sedang berada di rumah sakit. Aku berencana menggugurkan anak ini.] Anthony membalas. [Hmm.] Angelica memperlihatkan layar ponsel kepada dokter. Dokter pun tidak mengatakan apa-apa lagi, langsung berbalik mempersiapkan operasi. Angelica menatap beberapa kata itu. Selama ini, dia mengira Anthony memiliki karakter dingin, tidak suka berbasa-basi. Hanya saja, setelah lima tahun menikah
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pertemuan dan perpisahan
Baca
+Pustaka
BOSSY

BOSSY

"Ma-maksud Pak Han?" "Selamat tinggal adalah kalimat perpisahan, saya tidak ingin berpisah dari kamu. Lebih baik katakan 'sampai bertemu kembali', karena kita akan bertemu lagi." "Oh, oke. Sampai bertemu kembali, Pak Han." "Ya, kita akan bertemu lagi." Ava dengan langkah pelan berjalan keluar ruang kerja Han, setelah membuka kenop pintu, Ava keluar dari ruangan itu dan kembali menutup pintu ruang kerja Han.
107.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai pertemuan dan perpisahan
Baca
+Pustaka
KAYA RAYA SETELAH MENJANDA

KAYA RAYA SETELAH MENJANDA

Angin berhembus menerbangkan dedaunan yang mengering, seiring dengan langkah kaki bahagia mereka. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, begitu juga sebaliknya. Tugas kita hanya menjaga agar kebersamaan itu terasa bermakna, hingga tak akan ada yang bernama penyesalan. *** TAMAT
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai pertemuan dan perpisahan
Baca
+Pustaka
Bertemu Lagi Tanpa Tangis

Bertemu Lagi Tanpa Tangis

Para tamu meskipun penasaran, tetap tidak berani berkata banyak. Bagaimanapun, ini adalah pernikahan orang lain. Wendrino kembali ke belakang panggung, sang asisten segera menyerahkan kotak itu. Dia membuka pengait kotak dengan lembut, dan yang terlihat adalah kaset kecil dan surat pemutusan hubungan keluarga. Dia menatap empat huruf tebal di atasnya, Tanpa sadar, dia terhenti sejenak.
32.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 815 kali sebagai pertemuan dan perpisahan
Baca
+Pustaka
Empat Hadiah Perpisahan, Merayakan Kehancuran

Empat Hadiah Perpisahan, Merayakan Kehancuran

Sambungan telepon itu mendadak hening. Dari kejauhan, aku masih bisa mendengar suara-suara samar di ruang kerja Rinto, disusul bunyi kursi yang digeser. Jelas dia sedang rapat. Teleponku pasti baru saja memotong sesuatu yang penting. "Rapat selesai." Suara Rinto terdengar tegas, rendah, dan penuh wibawa. "Semua keluar."
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai pertemuan dan perpisahan
Baca
+Pustaka
Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Sanjaya bersuara lirih dan terdengar bergetar. Sedangkan Sekar semakin terisak halus dalam pelukan Sanjaya. Berasa benar-benar menghadapi perpisahan yang memang kemungkinan itu terjadi, karena Allah sudah menciptakan dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. "Hik-hik-hiks. Lagian kamu kenapa sih ... membahas perusahaan terus aku takut tahu nggak?" suara Sekar tanpa menatap, Ia tetap dalam pelukan Sanjaya.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai pertemuan dan perpisahan
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Sempurna

Istri yang Tak Sempurna

Ini bukan yang diharapkannya, karena dia tidak mau sampai berpisah dengan Aida. "Tidur aja, yuk. Dan jangan bicara macam-macam." "Aku bukan bicara macam-macam, tapi hanya mengatakan tentang kepastian ada pertemuan dan ada perpisahan. Itu sudah menjadi hukum alam, termasuk batasan waktu," mata Aida masih memindai Reiko yang jujur, makin takut dengan tatapan istrinya ini.
967.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pertemuan dan perpisahan
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ri Chi Rich
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
Baca Semua Ulasan
Bahagia Usai Berpisah

Bahagia Usai Berpisah

Pertanda ia tak mengerti ucapan Fikri. "Teman bisa jadi musuh dan musuh bisa jadi teman. Tergantung situasi mana yang mereka alami," jelas Fikri kala melihat wajah Zulfa yang menuntut penjelasan. "Minum dulu, biar hati kalian sedikit tenang." Bu Umi memotong pembicaraan Fikri dan Zulfa, lantas mengulurkan dua gelas teh untuk mereka.
1046.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pertemuan dan perpisahan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status