Pesugihan Genderuwo
Malam itu, setelah semua kejadian yang mencekam, Bagas akhirnya memutuskan untuk tidak lagi menghindar.
Dia tahu bahwa keputusannya untuk menghentikan pesugihan adalah langkah yang benar, tetapi rasa ragu masih terus menghantui.
“Bagas,” panggil Ratih dengan lembut, membuyarkan lamunannya. “Kamu mau bantu aku mengatur ini?”
Bagas memandang istrinya sejenak, lalu mengangguk. “Apa yang harus aku lakukan?”
“Susun ini,” jawab Ratih sambil menyerahkan kain putih yang harus dilipat dengan cara tertentu. “Kyai Ahmad bilang ini penting untuk perlindungan kita.”