Bukan Ibu Tiri Negeri Dongeng
Bisa atau tidak aku harus tetap mencoba dan memaksa diriku agar tetap di sini dan melanjutkan pernikahan bersama Mas Nata.
"Ya sudah, kamu istirahat gih, nanti waktunya sahur kamu bangun lebih awal, siapin makan sahur untuk calon keluargamu, assalamuakaikum," tutup beliau, diakhiri ucapan salam.
"Iya Bu, wa'alaikumsalam."
Aku mematikan ponsel, untung saja tadi ibu mengingatkanku soal makan sahur, saking peningnya kepalaku ini aku hampir lupa kalau sekarang adalah bulan Ramadhan.
Hot Chapters