Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KARMA

KARMA

Banyak cemilan khas Bali di atas meja. "Butik ada yang jaga, Sayang?" tanyaku. "Ada," jawab Dila singkat. Sepertinya dia bingung mencari panggilan yang pas untuk aku. "Kalian kapan menikah? Nanti Gara semakin besar," ucap Tante Tania. "Aku siap kapan saja, Tante. Tapi, Dila tidak mau menikah denganku sebelum mendapat restu dari Mama dan Papa."
9.7204.4K viewsCompletedAdded to Library 5.7K Times as pidi baiq dilan
Show Reviews (33)
Read
+Library
Widya Vitaloka
Thor cerita ny jangan dbelit belitkan pake ada art baru lagi, mau cerita nya yg indah indah saja ya Thor biar cepat tamat nya. udah 1 tahun lebih Lo novel ni gak kelar. dari saya lahiran mpe umur anak saya 1 tahun. jangan tambah di lamain ya Thor, di habisin cepet aj cerita ny, indah hidup bahagiaaa
Yen Lamour
Ceritanya bagus, setiap perbuatan pasti akan ada balasannya, semangat terus ya kak thor ^^ izin numpang promo ya, ada yg suka mafia romance? Yuk mampir juga ke tempatku. Siapa tahu ada yg suka. Terima kasih ya kak thor & kakak semuanya ^_^
Read All Reviews
Sahabat Beda Gender 《LyBi》

Sahabat Beda Gender 《LyBi》

Hal itu membuat Dika jengah. Dika memutar bola matanya dengan malas. "Cantik. Saking cantiknya sampai mirip Mimi Peri." Tangan lelaki itu menepuk-nepuk pipi gembul Lyshi dengan gemas. Rasanya dia ingin memotong pipi itu untuk dijadikan makan siangnya. "Kok Mimi Peri, sih? Kalau abang mirip ja~" "Permisi. Den Bian sudah menunggu di depan, non," serobot perempuan paruh baya yang kerap dipanggil Bi Pila. ART itu menundukkan kepala dengan penuh takzim.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
Diam-Diam Menikmati

Diam-Diam Menikmati

"Kalian sudah siap?!" "Kami siap, lemparkan saja sekarang?!" lagi-lagi Diana menyahut dengan tidak sabaran. Saat mereka siap untuk menangkap bunga, Nico dengan jahil menyenggol lengan Diana. Gadis itu pun menoleh dengan tatapan tajam, "Jangan berani beraninya kau menggangguku, ya!" Nico tersenyum tipis, "Kau terlalu anak-anak untuk ikut bagian ini."
9.9116.1K viewsCompletedAdded to Library 4.6K Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
Bidan Mima

Bidan Mima

List nya nanti aku kirim ke kamu ya. [Oke.] [Kue nya yang apa?] [Naked cake. Warna putih] [Ih, sukanya yang porno] guraunya. [Kamu nih...] [Haha iya iya, aku kangen godain kamu. Beskap keluarga jangan lupa. Pelaminan, dll sudah?] [Sudah bapak Reiki.] [Oke, terima kasih ibu Elmima] [By the way, kamu udah latihan belum?]
4.5K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
Batal Di Madu

Batal Di Madu

Dia pun ingin melangkah pergi dari ruangan itu tapi langsung cegah oleh Raga. “Pi, bu—bukan Viona yang hamil tapi Vina!” ucap Raga sedikit menyaringkan nada suaranya dan mampu menghentikan langkah kaki Papi Seno yang sudah berniat untuk membuka pintunya.
7.6K viewsCompletedAdded to Library 152 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
DiaLangit

DiaLangit

Langkah kaki Langit terhenti di pintu masuk kantin indoor saat ada dua orang siswi cukup cantik yang juga merupakan most wanted girl dari kelas X IPA menghadangnya, membuat keenam sahabatnya juga menghentikan langkah mereka. "Langit," panggil siswi ber-nametag Rainasya Maharani atau yang sering dipanggil Rain, most wanted girl dari kelas X IPA 1, yang tak lain adalah pacar Langit. Membuat seluruh atensi penghuni kantin menatap dua most wanted yang saling berhadapan itu dengan penuh tanya. Langit hanya menaikkan sebelah alisnya untuk menanggapi cewek di hadapannya itu, yang justru semakin membuat keenam sahabatnya bertanya-tanya atas sikapnya barusan.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
Pesona sang Biduan

Pesona sang Biduan

Di antara waktu sela, menunggu giliran naik panggung Tiara tengah asyik mengobrol dengan salah satu biduan di sampingnya. "Mba sudah lama jadi biduan?" Tanya Tiara kepada temannya sesama biduan. Ia mengenakan pakaian yang sangat minim dan terbuka di banding Tiara yang biasa saja, belahan ke dua bukit kembarnya menyembul jelas, membangkitkan birahi siapa saja pria berotak mesum yang melihatnya. "Iya sekitar dua tahun semenjak saya berpisah dengan suami saya."
105.4K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as pidi baiq dilan
Show Reviews (15)
Read
+Library
Damita palullungan
semoga nanti kehidupan Tiara dan ibunya membaik, terus berjuang ya Tiara banyak sahabat yang mendukungmu, at least aku gak suka sama Erwin disini, laki laki buaya liat perempuan yang cantik maunya main embat aja huhhh
Agungs Yud
saya selalu menyukai cerita tentang wanita yang kuat, tegar dan mampu menghadapi semua hambatan dalam hidupnya, sama seperti sosok Tiara dalam cerita ini, dan semoga pertemuan dengan Erick bisa menjadi jalan baik dalam hidupnya. sukses Tiara #agungyudistira
Read All Reviews
Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda

Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda

Sementara itu, dua tangannya terkepal erat di samping badan. “Di mana dia?” desis wanita itu. “Bali,” jawab Dilan tegas. “Dia pergi ke Bali kemarin.” Sienna maju satu langkah. Dilan refleks mundur dua langkah. Raut mukanya tampak jelas ketakutan dengan proses mendekatnya Sienna. “Si-Sienna, mundur sana. Gak enak dilihat orang.” Dilan menunjuk dengan jarinya ke luar ruang tunggu. Ada banyak pasang mata pegawai yang melihat ke arahnya.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
BALAS DENDAM PRIA PENUH CINTA

BALAS DENDAM PRIA PENUH CINTA

“Aku pikir itu asli Pa!” “Bagaimana kamu bisa berpikir kalau aku akan menganggap itu palsu. Matahari memang tidak terlalu rendah, tapi cuaca sangat terang. Hal semacam itu hanya bisa diedit oleh para pengedit foto pemula. Aku yakin Delilah bukan salah seorangnya. “Apa Papa pikir kalau Alan akan melakukan kekerasan pada anak kandungnya?” tanya Alan pelan. Di dalam mobil tidak ada suara selain AC dan suara mereka sendiri. Jadi, bahkan saat papanya mendesah bicara suara semacam itu ditangkap telinga Alan dengan benar.
106.4K viewsCompletedAdded to Library 184 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
DIA BUKAN BAPAKKU

DIA BUKAN BAPAKKU

tanya Hadi. Dahi si Abang becak mengernyit, sekilas tampak kecewa karena ternyata Hadi bukan penumpang seperti yang diharapkan. Tetapi dia tetap melayani. “Saya tak tahu, Pak. Saya bukan orang sini. Coba Bapak tanya tukang pisang itu,” kata Abang becak sambil menunjuk seorang wanita yang berjualan pisang di pinggir jalan. Hadi mengikuti arah telunjuknya. “Dia orang sini.”
915 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as pidi baiq dilan
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status