Terjerat Dekapan Mama Pacarku
Tante Meri menyeret Rehan menyusuri lorong dingin rumah sakit, menjauh dari area ICU, lalu mendorong pintu besi tebal menuju tangga darurat yang sepi dan terisolasi dari pandangan orang.
Brak!
Pintu besi itu tertutup rapat. Begitu mereka berdiri di area tangga darurat yang remang, Tante Meri menghempaskan cengkeraman tangannya dari pergelangan tangan Rehan.
"Tante, dengarkan aku dulu!"
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi Rehan, menimbulkan suara yang menggema di ruang tangga darurat.