DIA AYAHKU
Hari-hari selalu kami lewati berkumpul di teras ini, meski salah seorang dari kami harus mengalah dan duduk di lantai, karena kursi teras yang hanya satu pasang, dan itu aku.
Tak berselang lama, terdengar suara sepeda motor dari arah pagar. Kendaraan mulai masuk karena pintu yang terbuat dari besi itu tidak terkunci. Aku dan Paman saling berpandangan, setelah melihat siapa yang datang dengan begitu percaya diri.