LAWON ABANG (Kafan Merah)
Susah payah dia meneguk saliva.
"Pak ...," panggilnya.
"Bukan, ini aku," sahut sosok pocong itu.
Dia sambil melesat masuk ke dalam kamar. Brugh! Pocong itu merebahkan diri di kaki Bu Jamila yang sedang selonjoran. Bu Jamila menangis, mau menyingkirkan sosok itu tapi tak bisa. Berat, kakinya bahkan tak bisa bergerak.
"Wis, timbang stres, melu aku wae–Sudah, daripada sters, ikut aku saja," ujar sosok itu sambil menyeringai menampakkan deretan gigi hitamnya.
Hot Chapters