Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan
Koper di tanganku terlepas dan jatuh menghantam lantai.
Jadi, pernikahan ini, pernikahan yang kucurahkan segenap hatiku, tak lebih dari sebuah kebohongan. Sejak awal, pernikahan ini memang tidak pernah ditujukan untukku.
Aku menutup mulut untuk menahan isak, tetapi air mata tetap mengalir.
"Tuan, Tuan Rossi sudah di luar," kata seorang pelayan.
"Aku akan segera ke sana."