Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan
Mulai hari ini dan seterusnya di Belanda, Pram adalah milik Dara sepenuhnya, tanpa pesaing.
”Mas, makan dulu gih. Ini ada nasi dari pesawat. Habis itu kamu tidur lagi gapapa, yang penting perut nggak kosong,” ucap Dara begitu melihat Pram membuka mata sejenak, terbangun karena sedikit guncangan turbulensi ringan serta aroma harum makanan hangat yang baru saja disajikan oleh pramugari di meja lipat mereka.
Pram yang masih merasa sisa-sisa pegal di pinggangnya serta kantuk yang belum sepenuhnya hilang, hanya bisa bersandar lemas pada kursi mewahnya yang disetel setengah rebah.