Ah! Mantap, Sayang
“Dengar, ucapanku itu demi kebaikanmu, Sobat!”
“Kebaikanmu saja! Aku bukan orang baik sepertimu, Pak Jaksa!” Enrico menunjuk dadanya sendiri dengan jempol, suaranya naik satu oktaf. “Prinsipku berbeda denganmu. Daripada menghabiskan sisa hidup hanya untuk satu wanita yang bisa saja membuatku bosan, lebih baik kuhabiskan masa mudaku dengan banyak wanita. Itu jauh lebih mengasyikkan, membuat hidupku bervariasi karena tak hanya mengenal satu warna. Benar, ‘kan?”
Hexa terdiam sejenak, membiarkan argumen liar Enrico menguap di udara. Ia kemudian tersenyum tipis, jenis senyum yang mengandung rasa kasihan sekaligus kemenangan.
Hot Chapters