Suami Miskinku Ternyata Konglomerat
tanyaku kepada orang kantor perkebunan, Karena saking seringnya dia ke rumah ini guna mengantar sembako ataupun pemberian uang, sampai-sampai aku kenal dengan namanya, dia pun mulai mengenal ke dua putri-putriku.
"Maaf, Teh, saya diminta sama pimpinan untuk menjemput Teteh," jawab Mas Tejo, seorang perantauan dari Semarang yang sudah bekerja selama sepuluh tahun di PT perkebunan ini.
"Tidak usah repot-repot, Mas, saya dan anak-anak bisa berangkat sendiri dengan menumpang ojek," jelasku, menolak halus ajakannya.
Hot Chapters