MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
Ia berkedip beberapa kali, menatap Liam, lalu kembali ke Chatrine.
“Marketing… apa? Pengembangan… apa?” Isabel benar-benar awam dengan bahasa Chatrine.
Chatrine tetap dengan senyum profesionalnya. “Secara sederhana, saya akan membantu mengelola promosi, branding, sekaligus mengembangkan strategi jangka panjang agar galeri dapat bersaing dengan pasar seni internasional.”
Isabel melongo. Seumur hidupnya, yang ia tahu tentang galeri hanyalah ruang penuh kursi kayu, meja makan kuno, dan hiasan tembikar.