Poor Fatma
Itu sebabnya, aku mulai merasa Tuhan tidak adil, tatkala Dia datangkan wanita sesempurna Mbak Ajeng dalam pandanganku.
Aku benar, bukan?
“Sudah kubilang, tidak ada yang namanya kesempurnaan, Fatma.”
Aku mengangkat wajah, bertautan pandang dengan Mbak Ajeng. Siang yang cerah ini dia kembali bertandang ke rumah, lalu mendengarkan kisah pahitku.
“Tapi, tidak beruntung itu ... jelas adalah sebuah ketidaksempurnaan yang paling menyakitkan, Mbak.”
Bab Populer